Rabu, 01 April 2009

TATALAKSANA HIPOSPADIA PADA ANAK

Bustanul Arifin Nawas


Sub Bagian Bedah Anak
Bagian Ilmu Bedah FK Universitas Padjadjaran-RS Hasan Sadikin
Bandung


Abstrak


Hipospadia merupakan kelainan yang diakibatkan perkembangan urethra yang tidak lengkap selama periode embrio dan terjadi pada kurang lebih 0,3% populasi laki-laki.
Permasalahan yang timbul dari keadaan ini meliputi deviasi aliran urin, masalah kosmetik, psikologik serta efek terhadap fungsi seksual.
Koreksi bedah pada hipospadia masih merupakan salah satu tantangan bagi ahli bedah yang menangani kelainan ini. Metode operasi dengan hasil koreksi yang maksimal dan komplikasi minimal masih terus diupayakan. Tidak ada satu metode tunggal yang dapat diterapkan untuk semua tipe hipospadia. Saat ini sebagian besar koreksi hipospadia dapat dilakukan dengan operasi satu tahap (one stage repair). Bagaimanapun untuk hipospadia tipe proksimal dengan chordee, one stage atau multiple stage repair masih menjadi perdebatan.
Selain metode operasi, penggunaan optical magnification, pemilihan suture material, tissue handling dan dressing pada luka merupakan faktor yang penting untuk mendukung keberhasilan tindakan bedah.
Kesimpulan : Penatalaksanaan hipospadia pada anak bertujuan mendapatkan penis normal dengan komplikasi minimal dan keberhasilan koreksi bedah ditentukan oleh metode yang tepat serta akurasi tindakan yang baik .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar