Rabu, 01 April 2009

Hipertensi Pulmonal, dr Rapiuddin

PROBLEMA KASUS
Nama : Tn. R Tgl masuk RSWS : 25-2-2009
Umur : 27 tahun Register : 379467
Alamat : Jl Cik Ditiro No 37, Mamuju Ruangan : L 1 B, km 2, kls 2
Dokter : Rapiuddin

Anamnesis
Tn. R 27 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang dialami sekitar 4 bulan sebelum masuk ke RSWS, terus menerus dan memberat dalam 2 minggu terakhir ini. Sesak dipengaruhi oleh aktivitas terutama jika berjalan sekitar 10 meter. Sesak memberat jika berada dalam posisi berbaring dan bekurang jika berbaring dengan dua bantal. Sesak juga dialami jika tidur, dan terbangun tengah malam karena sesak. Sesak juga dipengaruhi oleh cuaca dengan batuk yang berlangsung kira-kira 1 tahun, tidak berlendir, tidak ada darah, dan kadang disertai dengan nyeri dada, tidak disertai dengan demam, atau terkadang demam tidak terlalu tinggi, tidak sakit kepala dan tidak pusing. Tidak disertai mual, muntah dan tidak ada nyeri ulu hati, dan BAB lancar.
RPS : - Riwayat dirawat di RS Mamuju, dugaan diagnosis sindrom obstruktif post, dan diberi obat
- Riwayat berobat OAT akhir 2007 (lengkap)
- Riwayat merokok sejak kelas 6 SD (2 bungkus/hari)
- Riwayat minum alkohol ± 1 botol/hari sejak SMA
- Riwayat narkoba dan sex bebas disangkal
Pemeriksaan fisis
Pasien tampak sakit berat, gizi kurang, sadar. Tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 92 x/menit, frekuensi napas 32 x/menit, torako abdominal. Suhu 36,7 ̊C aksiler. Berat badan… tinggi badan… IMT… . Pada pemeriksaan kepala, konjunctiva tidak pucat, sklera tidak ikterus, bibir tidak sianosis. Pada leher, massa tumor tidak ada, nyeri tekan tidak ada,dan DVS R + 2 H2O. pada toraks, sisi kanan simetris dengan sisi kiri, nyeri tekan tidak ada, massa tumor tidak ada, sonor kanan sama dengan kiri. Bunyi pernapasan bronkovesikuler, ronki difus kedua paru. Pada jantung, ictus cordis tidak tampak dan tidak teraba. Batas jantung kanan 2 jari dari linea parasternalis kanan, batas kiri linea aksilaris anterior sinistra. Pada abdomen datar, ikut gerakan napas, massa tumor tidak ada, dan nyeri tekan regio epigastrium, thympani, acites, ada shifting dullness, peristaltik kesan normal. Ekstremitas pretibial dan dorsum pedis edema.
Hasil echocardiography tanggal 23 februari 2009
- Dilatasi RV, ec hipertensi pulmonal berat
- Trikuspid regurgitasi berat

Diagnosa sementara :
- Hipertensi pulmonal
- Sindrom obstruktif post TB
Penatalaksaan awal :
- 02 2-4 liter/menit
- Lasix 2 ampul/12 jam IV
Rencana pemeriksaan :
- Darah rutin
- Urin rutin
- Ureum kreatinin
- Gula darah sewaktu
- SGOT-SGPT
- Protein total-albumin-globulin
- EKG
- Thorax foto PA
Hasil laboratorium tanggal 25
- WBC : 4,6 x 103/uL
- RBC : 3,93 x 106/uL
- HGB : 11,8 g/dL
- HCT 39,3 %
- MCV : 100,0 fL
- MCH : 30,0 ps
- MCHC : -30,0 g/dL
- PLT : 105 x 103/uL
- LYM % : 13,9 %
- MXD % : 2,9 %
- NEUT % : 83,2 %
- LYM # : 0,6 x 103/uL
- MXD # : 0,1 x 103/uL
- NEUT # : 3,9 x 103/uL
- RDW : 14,7 %
- PDW : 12,3 fL
- MPV : 9,5 fL
- P-LCR : 24,2 %
- Glukosa sewaktu : 128 mg/dL
- Ureum : 26 mg/dL
- Kreatinin : 0,9 mg/dL
- SGOT : 22 u/L
- SGPT : 21 u/L
- Protein total : 6,9 gr/dL
- Albumin : 4,2 gr/dL
- Globulin : 2,7 gr/dL
Hasil thoraks foto tanggal 25
- Localized pneumothorax dextra
- KP duplex lama aktif
- Cardiomegaly
Hasil konsul bagian kardiologi :
- CHF NYHA III-IV e.c. suspek cardiomiopathy
- Usul :
o lasix 2 ampul/12 jam IV
o digoksin 0,25 mg 1-0-0
o captopril 6,25 mg 1-0-1
o rawat CVCU (belum setuju)
Hasil konsul subdivisi pulmunologi
- pneumothoraks D 1/3 hemithoraks dextra
- suspek TB paru kambuh
- usul :
o pasang O2 6-8 liter/menit
o codein 10 mg 3x1
o pasang WSD
o sputum BTA 3x, kultur BTA
hasil konsul bagian thoraks
sementara karena pneumothoraks hemithoraks D minimal, belum ada indikasi untuk pasang chest tube (untuk sementara) karena lebih urgent di bidang kardiologi, karena sesak napas akibat gagal jantung.
Saran : - mohon perawatan di CVCU untuk menstabilkan kondisi kardiovaskular
- rawat bersama bedah thoraks
Follow up
Tanggal Perjalanan penyakit Instruksi dokter
26/02/2009
T : 80/50 mmHg
N : 108x/1’
P : 28x/1’
S : 36,6 ̊C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+)
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- Edema pretibial dan dorsum pedis +/(+)
A : - Hipertensi pulmonal berat
- Suspek TB paru kambuh
- Pneumotoraks dextra Visite besar
- O2 5-6 ltr/1’
- Aristra 0,5 mg/24 jam SC
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- Stop digoksin
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
27/02/09
T : 110/85 mmHg
N : 84x/1’
P : 20x/1’
S : 36,70 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+)
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Edema pretibial dan dorsum pedis +/(+)
- Ascites (+)
- Hasil ACD (-)
- HBs Ag (-)
- AHCV (-)
- D-dimer 0,86 ug/ml
- Hasil konsul ulang subdivisi pulmunologi
- Giant bulla
- Suspek TB paru kambuh, SOPT dengan fibrosis yang luas
- Cardiomegali e.c. suspek hipertensi pulmonal
- ACC rawat sama
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 5-6 ltr/1’
- Aristra 0,5 mg/24 jam SC
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- Stop digoksin
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + …/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
28/02/09
T : 110/85 mmHg
N : 84x/1’
P : 20x/1’
S : 36,70 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak hilang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Edema pretibial dan dorsum pedis +/(+)
- Ascites (+)
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 5-6 ltr/1’
- Aristra 0,5 mg/24 jam SC
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- Stop digoksin
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + …/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
01/03/09
T : 100/70 mmHg
N : 80x/1’
P : 20x/1’
S : 36,90 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak hilang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Edema pretibial dan dorsum pedis +/(+)
- Ascites (+)
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 5-6 ltr/1’
- Aristra 0,5 mg/24 jam SC
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
02/03/09
T : 100/60 mmHg
N : 80x/1’
P : 22x/1’
S 36,80 C
S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak hilang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Edema pretibial dan dorsum pedis +/(+)
- Ascites (+)
- Hasil profil lipid
- Kolesterol total 132 mg/dL
- HDL 40 mg/dL
- LDL 73mg/dL
- Trigliserida 78 mg/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 5-6 ltr/1’
- Aristra 0,5 mg/24 jam SC
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV-
03/03/09
T : 100/70 mmHg
N : 80x/1’
P : 22x/1’
S 36,90 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Edema pretibial dan dorsum pedis (-)
- Ascites (+)
- Darah lengkap
- WBC 8,59 x 103/ul
- RBC 3,93 x 106/ul
- HGB 11,8 g/dL
- HCT 40,1%
- MCV 102 fl
- MCH 30,0 pg
- MCHC 29,4 g/dL
- PLT 117 x 103/uL
- RDW-SD 50,5 sL
- RSW-CV 14,3%
- PDW 12,8 fL
- MPV 11,0 fL
- P-LCR 30,7%
- PCT 0,13%
- NEUT 6,59 x 103/uL
- LYMPH 1,02 x 103/uL
- MONO 0,95 x 103/uL
- EOS 0,03 x 103/uL
- BASO 0,00 x 103/uL
- Hasil thoraks foto PA kontrol
Kesan : KP lama aktif
Pneumothoraks dekstra
Cardiomegaly
- Usul : CT scan thotaks
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
- DR kontrol
- Urin lengkap
- Kontrol D-Dimer
- Periksa ACD
04/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- Urin rutin
- Warna kuning muda
- pH 8,5
- Bi 1,01
- Protein (-)
- Glukosa (-)
- Bilirubin (-)
- Urobilinogen normal
- Keton (-)
- Nitrit (-)
- Blood (-)
- Lekosit (-)
- Vit.C (-)
- Sedimen lekosit 2
- Sedimen epitel sel 2
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder- a P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
05/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
06/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
07/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
08/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
09/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
10/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
11/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
12/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
13/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
14/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
15/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
16/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- Protein total 7,6 gr/dL
- Albumin 4,2 gr/dL
- Globulin 3,6 gr/dL
- Darah tepi
- Hb 13,2 gr/dL
- Leukosit 8,9 x 103/uL, jumlah cukup, PMN > limfosit, morfologi normal, eosinofil kesan meningkat, sel muda (-)
- Eritrosit 4,45 x 106/uL, normositik normokrom, benda inklusi (-), normoblast (-)
- Trombosit 179 x 103/uL, jumlah cukup, morfologi normal
- Kesan eosinofilia
- Darah lengkap
- WBC 8,90 x 103/ul
- RBC 4,45 x 106/ul
- HGB 13,2 g/dL
- HCT 42,9%
- MCV 96,4 fl
- MCH 29,7 pg
- MCHC 30,8 g/dL
- PLT 179 x 103/uL
- RDW-SD 45,7 sL
- RSW-CV 13,3%
- PDW 13,0 fL
- MPV 10,8 fL
- P-LCR 30,7%
- PCT 0,19%
- NEUT 6,49 x 103/uL
- LYMPH 1,41 x 103/uL
- MONO 0,63 x 103/uL
- EOS 0,36 x 103/uL
- BASO 0,01 x 103/uL
- LED I 18 mm
- LED II 35 mm
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
17/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
18/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- CT scan thorax
- KP duplex lama aktif
- Giant bulla bilateral dan multiple cavitas
- Bronchoctasis bilateral
- Lymphadenopathy parabronchial bilateral
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
19/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- Echocardiography
- LV – D – shaped
- Mean PAP ± 40 mmHg
- Pericard efusi minimal
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
20/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
21/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler

- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
22/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
23/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
24/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- Anti TB IgG (+)
- Darah lengkap
- WBC 6,74 x 103/ul
- RBC 4,53 x 106/ul
- HGB 13,5 g/dL
- HCT 43,1%
- MCV 95,1 fl
- MCH 29,8 pg
- MCHC 31,3 g/dL
- PLT 145 x 103/uL
- RDW-SD 45,1 fL
- RSW-CV 13,3%
- PDW 13,0 fL
- MPV 11,0 fL
- P-LCR 31,9%
- PCT 0,16%
- NEUT 4,73 x 103/uL
- LYMPH 1,21 x 103/uL
- MONO 0,58 x 103/uL
- EOS 0,20 x 103/uL
- BASO 0,02 x 103/uL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
25/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
-
-
-
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
26/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV
27/03/09
T : mmHg
N : x/1’
P : x/1’
S : 0 C S : demam (-), batuk (+), sesak (+), mual (+), muntah (-), nyeri ulu hati (+), sesak berkurang
O : - SB/CK/MB
- anemia (-), ikterus (-), sianosis (-)
- DVS R+2 H2O
- BP bronkovesikuler
- Rh + + Wh + +
+ + + +
+ + + +
- Ascites (+)
- D-Dimer 0,30ug/dL
A : - Suspek TB paru kambuh
- Hipertensi pulmonal sekunder P : - O2 10 ltr/1’
- Dorner 2x1
- Captopril 12,5 2x1
- Aspilet 80 mg 1x1
- D-dimer
- Rawat CVCU
- Lasix 2 mg/12 jam SP
- Balance cairan
- ACD
- Elektrolit
- Nebulizer + ventolin/4 jam
- Methylprednisolon 125 mg/8 jam IV
- DMP 3x1
- Sputum BTA 3x, gram, jamur
- Kultur BTA
- Sensitisitas OAT
- AGD
- Carpiaton 25 mg 1-0-0
- Ceptiraxone 1 gr/12 jam /IV

Pembahasan
Hipertensi pulmonal dibagi 2 bentuk. Hipertensi pulmonal primer di bawah kondisi terjadi tanpa penykit lain, jika disebabkan kondisi kesehatan lain, seperti misalnya masalah jantung, penyakit paru, atau autoimun maka disebut hipertensi pulmonal sekunder.
Hipertensi pulmonal adalah peningkatan tekanan pembuluh darah yang abnormal dari paru. Pada paru normal, tekanan di pembuluh darah paru, kira-kira 1/4 dari tekanan arteri, dan dapat beradaptasi sementara pada peningkatan tekanan yang terjadi selama latihan, atau tekanan arteri pulmonal yag lebih dari 30 mmHg (2,3).
Penyebab hipertensi pulmonal meliputi kelainan autoimun seperti lupus sklerioderma, penyakit jantung bawaan seperti penyakit jantung ventrikel kiri atau katub jantung, penyakit hati kronik, HIV/AIDS, amfisema, fibrosis paru, tekanan darah di arteri pulmonal, penyakit sickle cell anemia (1).
Pada pasien ini terjadi hipertensi pulmonal sekunder yang disebabkan abnormalitas perkembangan paru di mana berhubungan dengan penyakit paru dan hipoksemia. Hal ini didasari dengan riwayat menderita riwayat penyakit tuberkulosis yang menyebabkan sindrom obstruktif post tuberculosis sehingga kadar oksigen yang rendah dipikirkan menyebabkan vasokonstriksi atau penyempitan arteri pulmonal (4).
Gejala klinis yang umum adalah napas pendek, lelah, batuk non roduktif, dan edema perifer. Pada pemeriksaan fisis di dapatkan peningkatan tekanan vena jugularis, edema pedal, acites (4).gejala-gejala ini didapatkan pada pasien ini.
Sindrom obstruktif paru post TB (SOPT) adalah penyakit paru obsruktif atau gangguan paru yang memberikan kelainan ventilasi berupa gangguan obstruksi saluran napas. Mekanisme obstruksi terjadi karena rusaknya parenkim paru akibat penyakit tuberculosis (5). Kekerapan sindrom obstruksi pada TB paru bervariasi antara 16-50% (6). Pada pasien ini didapatkan riwayat menderita tuberculosis yang menyebabkan sindrom obstruksi post TB (SOPT).
Giant bulla paru adalah penyebab dari disstress pernapasan. Banyak pasien dengan bulla mempunyai riwayat merokok, pulmonary sarcoidosis, 1-antitripsi defisiensi, 1-anti clymotrypsin defisiensi, marfan’s sindrom, euler dartos syndrom, dan inhalasi fiberglass (7). Pada pasien ini didapatkan riwayat merokok dan riwayat tuberculosis yang bisa meneyebabkan giant bulla paru

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar