Jumat, 29 Mei 2009

Karakteristik Seks wanita b’Dasarkan Ciri fisikx

Asrul Mappiwali
Dengan memahami bentuk wajah seorang wanita, kita dapat mengetahui gairah seksnya sehingga bisa dijadikan pedoman untuk mencari pasangan yang cocok. Berikut ini adalah ciri-ciri wanita berdaya seks tinggi.
1. Wanita dengan ciri mulut mungil, lebar dahi sedang, rambut tebal, kulit kuning, badan tegak, kaki kecil, payudara menonjol, nah dalam urusan ranjang ia sangat piawai, bahkan bisa disebut sebagai ‘master of sex’. Banyak pria memburu wanita yang seperti ini. Jadi jangan sampai kehabisan, tapi awas banyak yang palsu!
2. Wanita dengan ciri bibir tipis, wajah bulat, kulit hitam, tubuh kecil, tubuh tidak gemuk. Untuk urusan seks, wanita ini juga luar biasa dan tahan lama karena memiliki energi dan daya tahan yang ruarrrrr biasa! Kalo baterai, ini termasuk jenis Alkaline super heavy duty!
3. Selanjutnya, wanita dengan ciri rambut hitam tebal berombak dan berkilau. Sorot matanya hidup dan bercahaya. Wanita seperti ini gairah seksnya tinggi dan menurut bergaya posisi apapun. Keinginan suaminya adalah darma baktinya… mantaap…, tapi hati-hati salah urat.
4. Wanita dengan ciri wajah oval, mata besar, mulut lebar serta giginya tidak rata, rambut hitam panjang, postur tubuh kecil, warna kulit kemerahan, tumitnya indah. Nah, kalo wanita seperti ini pandai menciptakan suasana pemanasan yang romantis dan mampu mengantar pasangannya ke puncak kenikmatan… nyam… nyammm… nyam…
5. Terakhir, wanita dengan ciri berwajah dingin namun cantik, sorot mata tajam, kulit putih pucat, rambut panjang sepinggang, senang memakai baju putih. Wanita ini mempunyai semua kehebatan no. 1 sampai no. 4, tapii… cek dulu, punggungnya bolong apa nggak? Jangan-jangan kuntilanak, tapi kalo enak terserah aja.
Pedoman di atas adalah benar sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.







Suatu hari pakde saya datang ke rumah dengan muka pucat. Padahal biasanya dia selalu ceria dan banyak omong, tapi hari itu dia diam saja seperti orang ketakutan. Karena penasaran, aku bertanya, “Kenapa, Pakde? Kok diem aja? Sakit?”
“Nggak, nggak sakit. Pakde cuma masih ngeri aja tadi abis liat tabrakan. Ih, ngeri banget!”
“Tabrakan di mana, Pakde?”
“Di dekat gedung Pemadam Kebakaran yang di sampingnya ada sungai Cipinang,” jawab pakde.
“Di situ emang sering tabrakan, Pakde! Soalnya tikungannya tajam,” ujarku.
“Wah, pokoknya ngeri deh! Sadis banget tabrakannya! Pakde aja sampe sekarang mual-mual pengen muntah kalo kebayang tabrakan yang tadi…” kata Pakde.
“Kejadiannya gimana, Pakde?”
“Tadi Pakde kan lewat jembatan di atas sungai di samping gedung Pemadam. Kecepatannya tinggi banget! Tau-tau ‘Brakkk!!!’ Hancur deh semuanya berkeping-keping.”
“Yang nabrak motor atau mobil?” tanyaku.
“Bukan motor juga bukan mobil.”
“Sepeda?”
“Bukan juga.”
“Apa dong? Masa becak? Kan di situ nggak ada becak?”
“Yang pakde liat itu tabrakan yang terjadinya di sungai, bukan di jalan rayanya.”
“Maksud Pakde???”
“Begini, di tengah sungai itu kan ada kayu balok melintang. Nah, yang nabrak itu bentuknya bulat lonjong warnanya kuning. Dengan kecepatan tinggi, si kuning itu menabrak kayu sampe hancur!! Pecah ke mana-mana…! Iiihhh…mual deh kalo kebayang… hehehe.”
“Brengsek! Dasar pakde gila!”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar