Jumat, 29 Mei 2009

Kalla Sindir Pemimpin Suka Klaim

Dikutip dari SINDO

PUKUL BEDUG, Wapres Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa (kiri), dan Ketua PBNU Ahmad Bagja (kanan) memukul bedug pada pembukaan acara Rakernas Muslimat Nahdatul Ulama (NU) di Gedung CCC Makassar, kemarin.

MAKASSAR(SI) - Kandidat calon presiden Jusuf Kalla (JK) kembali mengeluarkan sindiran ke pihak tertentu yang dianggap hanya asal mengklaim berbagai keberhasilan pemerintahan saat ini.

Saat memberikan sambutan di silaturahmi dan pernyataan dukungan perwakilan tokoh masyarakat, agama dan mahasiswa se Sulsel di Gedung IMMIM Makassar, kemarin, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini,mengakui adanya pihak yang kerjanya asal pintar bicara, meski keberhasilan yang diklaimnya itu bukan kerja kerasnya.

“Ada orang hanya bisa bicara tentang bersatu. Tapi, giliran ada konflik, ternyata susah bicara persatuan. Tapi,Alhamdullilah,berkat kita bersama-sama dengan tokoh, kami bisa berbuat untuk perdamaian. Ambon, Poso, Aceh dan lainnya,” ujar Kalla disambut aplaus oleh ribuan perwakilan tokoh agama, tim pemenangan dan sukarelawan JK-Wiranto,kemarin.

Kunjungan Kalla yang kedua kalinya di Makassar, pasca resmi berpasangan dengan Ketua Umum DPP Hanura,Wiranto,juga menegaskan jika Bantuan Langsung Tunai (BLT) adalah gagasannya, sebagai bagian membantu masyarakat yang tidak mampu, akibat dampak dari krisis global.

Sekadar diketahui, dalam silaturahmi ribuan tokoh agama, masyarakat, aktivis mahasiswa dan pemuda tersebut, politisi kelahiran Watampone ini menerima pernyataan dukungan yang disampaikan perwakilan lintas tokoh tersebut secara simbolis, sesaat sebelum Kalla memberikan pengarahan selama kurang lebih 20 menit.

Selain menerima dukungan lintas tokoh, Kalla terlebih dahulu menghadiri Milad Ponpes Nahdlatul Ulum yang ke 7 di Kabupaten Maros. Ditempat ini, Ketua Tanfidfziah Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel, AGH Sanusi Baco, juga secara terang-terangan menyatakan dukungannya. Bahkan, ulama kharismatik Sulsel ini mengaku, tidak ada alasan bagi kalangan NU,khususnya di Sulsel untuk tidak mendukung JK.

Alasannya, mantan Menteri Kordinator Kesra tersebut, dianggap mempunyai kedekatan dengan NU.Apalagi, JK selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh NU Sulsel.“Maka sudah pasti, seluruh kader NU di Sulsel wajib mendukung JK-Win. Kami meminta kepada seluruh kader NU, mulai dari orang tua sampai anakanaknya harus mendukung,” imbau Sanusi dengan nada meyakinkan, didepan JK dan kalangan ulama.

Sanusi menambahkan, selain kedekatan JK dan NU, pasangan yang diusung Partai Golkar, Hanura, dan PDK ini,dinilai memiliki perhatian lebih terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis pesantren. Sehingga baginya, dukungan kalangan nadliyin sudah tepat.

Dosen Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar ini, juga pasang badan mengenai kecurigaan pihak tertentu, dengan safari JK ke ulama-ulama dan pesantren, sebagai strategi memuluskan langkahnya menuju kursi Presiden RI. Apalagi, bukan rahasia umum lagi,kalau organisasi keislaman ini, mempunyai massa yang sangat riil di seluruh Indonesia.

Menurut Sanusi, kunjungan JK ke beberapa ulama dan pesantren, merupakan hal wajar, karena salah satu tradisi dikalangan NU untuk meminta doa kepada Alim Ulama. ”Siapa saja boleh meminta doa Ulama, tidak terkecuali JK. Seperti yang saya bilang tadi,seluruh ulama di Sulsel mendoakan JK untuk menjadi pemimpin di Indonesia.Karena memang, dia memiliki potensi untuk jadi pemimpin.

Insya Allah doanya para ulama akan menjadi benteng bagi JK,”tegasnya. Kendati kehadiran JK di Sulsel dalam rangka membuka Muktamar Muslimat NU di Celebes Convention Center (CCC) Tanjung Bunga, Makassar, namun kunjungannya kali ini,terasa istimewa menjelang sisa waktu pemilu presiden.

Sebab, dikampung halamannya ini, dukungan yang diterimanya sangat mengalir. Selain dari kalangan NU Sulsel, JK yang didampingi istrinya Mufidah Jusuf Kalla, serta sejumlah tim pemenangannya, juga menerima dukungan dari Komunitas Tinghoa Makassar, saat JK menyempatkan waktunya berkunjung di Klenteng XIAN MA, Jalan Sulawesi sekitar pukul 11.30 Wita.

Ditempat tersebut, JK disambut sejumlah tokoh Tionghoa Sulsel, seperti Tony Gosal, Anton Obey,Arwan Thajadi,Wilianto Tanta, Peter Gosal, serta kalangan komunitas Tionghoa lainnya. Bahkan, sebelum JK tiba di klenteng terbesar di Makassar tersebut, komunitas ini, secara khusus meminta doa agar JK bisa terpilih sebagai presiden.

Setelah itu, di luar klenteng, mereka secara bergantian menyampaikan orasi politiknya, mengenai sepak terjang JK Setelah berkunjung sekitar 10 menit di Klenteng tersebut, JK langsung menuju Masjid Raya, untuk Salat Jumat.Usai menunaikan kewajibannya, JK kembali mendapat “amunisi” tambahan.

Kali ini,datangnya dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel di Hotel Imperial Aryaduta. Pertemuan yang dihadiri sekitar 150 pimpinan AMM se Sulsel, secara tegas menyatakan dukungannya untuk berjuang bersama memenangkan pasangan tersebut.“Kami mendukung JK-Wiranto, karena dia pasangan fastabiqul khaerat (berlombaloma dalam kebaikan),” tegas Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel,Rachmat Noer.

Bupati Dukung JK

Sebelum bertolak ke Jakarta, petang kemarin, JK mengakhiri kegiatannya di kegiatan Penganugrahan Otonomi Daerah 2009 di Hotel Horison Makassar, pukul 16.40 Wita. Ditempat ini, JK disambut dengan teriakan presiden oleh sejumlah unsur Muspida se Sulsel,begitu memasuki ruangan.

Seakan tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang dihadiri para bupati/wali kota serta unsur muspidanya, JK memberikan pengarahan tentang otonomi daerah, dan mendorong agar penghargaan tersebut terus ditingkatkan, guna memacu kinerja aparat pemerintahan di tingkat daerah.

Hanya saja, saat memberikan sambutan, dengan nada bercanda JK sempat bertanya kepada unsur muspida tersebut, apakah dirinya tahun depan masih bisa menghadiri dan membuka sebagai presiden, atau hanya sekadar penonton saja.

“Apa nanti saya bisa datang lagi?,” tanya JK, sambil sejumlah hadirin,sontak menjawab “iya”. “Apalagi tadi (waktu menyerahkan penghargaan), saya dibisik oleh Bupati untuk mendukung. Tapi, saya kurang mende- ngarnya,” sebut JK dengan nada santai sambil disambut tepuk tangan dan tawa oleh hadirin.

Janji Utamakan Pendidikan

Sementara itu, kunjungan JK di Milad ke 7 Nahdlatul Ulum di Maros, dia berjanji akan lebih mengutamakan sektor pendidikan, apabila nantinya dia terpilih sebagai presiden bersama pasangannya Wiranto. Bagi Kalla, peningkatan ekonomi kerakyatan tidak dapat tercapai, jika mutu pendidikan rendah.

Karenanya,pendidikan akan dijadikan sebagai pondasi supaya pembangunan Indonesia akan jadi lebih baik. “Kedepannya, pendidikan dan pengetahuan harus seimbang antara Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Begitupun agama, harus tumbuh tanpa saling menyalahkan,”paparnya.

Pada kesempatan itu, JK juga memberikan bantuan bagi tiga orang santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang ingin melanjutkan studi ke luar Negeri Kairo. ”Kalau hanya tiket pesawat, Insya Alllah kami akan berikan. Tapi kalau pesawatnya, terlalu besar,” katanya berkelakar. (arif saleh/najmi s limonu)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar