Sabtu, 06 Juni 2009

Etiket Berinteraksi di Kantor

Tulisan berikut ini membahas mengenai etiket berinteraksi di kantor, yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Mien Uno, vice president John Robert Powers. Selamat menikmati.


Pengertian Etiket

Istilah etiket, berasal dari bahasa Perancis: etiquette, yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Etiket dapat berbeda, berubah bahkan bertolak belakang di satu tempat dengan tempat lainnya. Oleh karena itu, kita harus mempelajari, menghormati dan menyesuaikan diri dengan etiket yang berlaku di manapun tempat kira berada dan dengan siapapun kita berhadapan.

Etiket Dalam Interaksi di Kantor

Sebagai seorang yang profesional, idealnya etiket merupakan bagian dari diri Anda. Hal ini dapat dipelajari dan tidak sulit dilakukan. Prinsip utamanya adalah: perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Bersikaplah bijaksana dan rendah hati dalam berinteraksi dengan siapapun, dari level jabatan apapun. Perlakukan setiap orang dengan baik, sopan santun dan dengan kelembutan (gentleness). Dalam situasi formal maupun informal, tempatkan diri Anda secara tepat. Perhatikan dengan siapa dan dalam kapasitas apa Anda berinteraksi:
1. Sikap atasan-bawahan, prinsipnya adalah menjadi teladan dan memperlakukan bawahan sebagai bagian dari teamwork Anda, termasuk karyawan level terbawah sekalipun. Tentunya, dalam pengambilan keputusan yang stategis, barulah sebatas karyawan level menengah / atas yang turut dilibatkan;
2. Sikap pegawai-pegawai, prinsipnya adalah saling menghormati, mendukung dan bekerjasama untuk kepentingan organisasi;
3. Sikap pegawai-organisasi, prinsipnya adalah komitmen dan bertanggung jawab pada tugas yang dipercayakan kepadanya.

Apapun jabatan Anda, dalam berinteraksi haruslah objektif. Hal ini akan menguatkan profesionalisme Anda dan meminimalisasi kemungkinan interpretasi diskriminasi atau pelecehan atas perilaku atau tindakan Anda. Pahami peraturan, kebiasaan dan values organisasi Anda. Biasakan diri Anda bertindak dan berperilaku yang mengacu pada ketentuan-ketentuan tersebut.
Jika Anda menemukan kesalahan dan orang lain, gunakan kemampuan berbicara asertif Anda saat menyampaikannya. Kemukakan terlebih dahulu sisi positif dari pekerjaan atau pendapat orang tersebut, setelah itu baru sampaikan koreksi dan saran Anda. Akan lebih baik jika diberitahukan secara empat mata. Jika tidak memungkinkan, misalkan saat menjadi pembicara dalam seminar, sampaikan secara tertulis dalam secarik kertas. Hal ini akan menghindarkan yang bersangkutan dari rasa malu, dipermalukan ataupun digurui.
Senantiasa kendalikan emosi dan tindakan Anda, dalam menghadapi situasi yang tidak mengenakkan atau berhadapan dengan orang yang berkelakuan buruk. Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda yang menguasai emosi dan perasaan Anda, bukan sebaliknya.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah cross culture. Jika Anda bekerja di mancanegara, organisasi multinasional atau dengan ekspatriat, pelajari dan sesuaikan diri Anda dengan etiket setempat. Persiapkan diri Anda dengan memahami DOs and DON'Ts seputar interaksi yang akan Anda lakukan. Hal ini meminimalkan terjadinya culture shock, kerikuhan bahkan mempermalukan Anda atau orang lain.
Nah, beretiket dalam interaksi dapat membantu Anda agar lebih dihormati, lebih percaya diri, serta membina hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan karyawan kantor lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar