Sabtu, 06 Juni 2009

Bagaimana Membangun Nilai Kekaryawanan Anda?

Bagi karyawan apa pun posisinya, mereka mempunyai resiko kehilangan pekerjaannya bila tidak mengikuti trend dan tidak mempertimbangkan investasi pribadi untuk mengikuti perubahan di kantor.

Supaya Anda selalu dibutuhkan:
• Staf di kantor perlu memiliki keahlian presentasi, menangani komunikasi yang kompleks, memerlukan pemikiran strategis dan bekerja secara efisien.
• Bila Anda manajer madya, Anda perlu memiliki lebih banyak pengetahuan dan keahlian manajemen kantor untuk berhadapan dengan situasi yang tidak menentu seperti ketidakstabilan politik dan ekonomi. Kemungkinan mogok kerja yang diakibatkan peningkatan permintaan karyawan sehingga terjadi keterlambatan pendistribusian barang dan jasa.
• Bila Anda wirausahawan – Anda akan kehilangan uang Anda. Bila Anda karyawan, karir Anda akan beresiko.
• Bila Anda manajer, Anda harus siap dengan situasi yang tidak menentu baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Bersiaplah menangani issue dan manajemen krisis.
Reputasi organisasi nomor satu, tetapi integritas pribadi merupakan hal yang dominan. Anda dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi hanya karena Anda tidak menaruh perhatian pada “personal enterprise” Anda – Nilai kekaryawanan Anda.

Saat ini karir merupakan hal yang menakutkan, seperti permainan dengan gerakan dan aturan yang tidak menentu, kadang-kadang menukik dan memutar. Kesalahan dapat berakibat fatal : Karir Anda tamat.

Bila Anda belum siap untuk meninggalkan pekerjaan Anda tiga tahun mendatang, Anda perlu belajar mengenai tip-tip dari C.D. Peterson dalam bukunya Staying in Demand, mengenai bagaimana meningkatkan investasi pribadi Anda.
• Berjanji pada diri sendiri untuk tidak pernah berhenti belajar dan mengikuti training.
• Evaluasi posisi apa Anda sekarang dan seharusnya apa nilai kekaryawanan Anda.
• Putuskan strategi investasi pribadi Anda.
• Pilihlah untuk menjadi ahli dalam satu bidang atau menjadi generalis.
• Ciptakan keseimbangan antara keahlian dan fleksibilitas.
• Bila Anda memilih generalis, tetaplah fleksibel. Bila Anda memilih menjadi ahli, fokuslah secara total.
• Selalu siap untuk mengkaji ulang keahlian Anda untuk adaptasi ke pasar.
• Kembangkan keahlian keras dan lunak. Keahlian keras seperti bahasa, ilmu pengetahuan alam dan matematika, teknik kuantitatif, analisa statistika, pengetahuan komputer. Sedangkan keahlian lunak adalah kepemimpinan, keahlian komunikasi, kerjasama, keahlian pengambilan keputusan, pengumpulan data, dan harus mempunyai kemampuan dalam banyak hal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar