Sabtu, 06 Juni 2009

Bagaimana Berinisiatif dan Mengelola Perubahan (Bagian 1)

Ini tantangan saya kepada Anda. Coba Anda mengirim kartu ucapan Selamat Natal atau Idul Fitri kepada teman-teman dan relasi bisnis dengan mempergunakan daftar alamat tahun lalu. Dapat dibayangkan berapa banyak yang dikembalikan karena teman Anda telah berhenti, pindah, menikah, bercerai, meninggal dan sebagainya. Orang-orang berubah. Apakah Anda suka atau tidak, perubahan adalah bagian dari kehidupan.

Mengapa banyak orang sukar untuk melakukan perubahan? Bahkan banyak orang merasa sukar untuk menerima bahwa mereka harus berubah.

Ada beberapa alasan mengapa orang sukar untuk berubah:
1. Mereka sudah lama tidak berubah, maka mereka kurang fleksibel dan gesit untuk berubah.
2. Mereka merasa sukar untuk mengubah kebiasaan mereka atau mungkin mereka malas untuk mengubah kebiasaan lama mereka.
3. Mereka tidak merasa perlu melakukan perubahan.
4. Mereka takut. Orang-orang tidak takut melakukan perubahan tapi mereka takut mengalami kegagalan jika mereka mencoba sesuatu yang baru atau berbeda. Lebih tepat, orang-orang takut akan akibat dari kegagalan seperti malu, ditertawakan, ditegur, diketahui kelemahan dll.
5. Mereka terlalu angkuh mengakui bahwa ada cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu dan cara mereka telah ketinggalan jaman.
6. Mereka merasa kompeten dan senang dengan apa yang mereka lakukan sekarang.
7. Mereka curiga maksud dari pemrakarsa mengadakan perubahan.
Seorang manajer yang mencoba melakukan perubahan harus memperhatikan faktor-faktor di atas dan harus mengindentifikasikan alasan-alasan terhadap penolakan, sehingga penerapan perubahan dapat dilakukan secara efektif dan berhasil.

Keluar dari Comfort Zone, Masuk ke Danger Zone!

Merupakan sifat manusia menjaga kondisi aman dan senang dan menghindari risiko. Itulah sebabnya mengapa banyak dari kita tetap pada lingkungan yang aman. Kita senang berada pada lingkungan yang senang karena:
• Kita mengenal lingkungan sekitar kita dimana segala sesuatu dapat diprediksi (tidak ada kejutan)
• Kita merasa kompeten apa yang kita lakukan, sehingga kita merasa yakin dan kemungkinan besar untuk sukses dan kecil kemungkinan untuk gagal (risiko kecil).
• Karena alasan di atas maka kita lebih senang berada di Comfort Zone.
Ketika Anda menyuruh seorang untuk berubah, Anda sebenarnya menyuruh orang itu pergi dari Comfort Zone dan mencoba melakukan sesuatu yang baru, asing dan belum terbukti. Dengan kata lain masuk ke daerah baru yang disebut Danger Zone. Pada Danger Zone seseorang berada pada daerah baru dimana kompetensi belum terbukti sehingga dia tidak yakin akan berhasil dan besar risikonya.
Merupakan sifat manusia mencari aman dan menghindar risiko! Ketika Anda meminta seseorang untuk berubah berarti Anda meminta orang tersebut melakukan hal yang berlawanan. Maka itu sangat sulit untuk meminta seseorang untuk berubah.
Pada artikel saya yang akan datang, saya akan menyampaikan beberapa kiat bagaimana mengajak seorang untuk keluar dari Comfort Zone dan masuk ke dalam Danger Zone.

Kesimpulan
Perubahan tidak dapat dihindarkan. Banyak orang menolak melakukan perubahan. Mengapa? Karena konsep dari Comfort Zone dan Danger Zone. Perubahan berarti keluar dari Comfort Zone dan masuk ke dalam Danger Zone. Merupakan sifat manusia mencari aman dan menghindari bahaya, maka menyuruh seseorang berubah itu bertentangan dengan sifat manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar