Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2009

Menunda Kesenangan Demi Investasi

Hari ini saya hendak membahas mengenai salah satu penelitian menarik
yang dilakukan di luar negeri. Dalam penelitian ini, dikumpulkanlah
sejumlah anak kecil ke dalam satu ruangan. Setiap anak ditawarkan
sebuah permen cokelat dan diberikan dua buah pilihan. Sang anak
boleh langsung memakan permen cokelat tersebut atau menunggu selama
30 menit. Bagi yang bersedia menunggu hingga 30 menit akan diberikan
dua buah permen cokelat.

Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian anak bersedia menunggu
untuk mendapatkan dua buah permen cokelat.

Kemudian penelitian dilanjutkan pada 30 tahun selanjutnya untuk
melihat situasi anak-anak yang langsung memakan permen cokelat
tersebut atau menunggu 30 menit. Ternyata, yang menarik disini
adalah anak-anak yang bersedia menunggu memiliki kualitas kehidupan
yang lebih baik. Mereka lulus dengan nilai yang lebih tinggi,
menjadi karyawan yang lebih baik, ataupun menjadi pengusaha yang
lebih sukses.

Yang perlu diperhatikan dari penelitian ini adalah kemampuan
dari anak-anak untuk menunda kesenangan mereka. Kita semua tahu
anak-anak pasti suka permen cokelat. Disini mereka harus menahan
keinginan mereka untuk memakan permen tersebut selama 30 menit
untuk mendapatkan satu buah permen tambahan.

Bagaimana dengan Anda, Saudara Asrul Mappiwali?

Katakanlah Saudara Asrul Mappiwali mendapatkan rejeki, seperti bonus
akhir tahun, sebesar 10 juta rupiah. Apa yang akan Anda lakukan?

Apakah Saudara Asrul Mappiwali langsung berbelanja dan menghabiskan
seluruh 10 juta rupiah itu?

Atau Saudara Asrul Mappiwali dapat menahan kesenangan, dan
menginvestasikan 10 juta rupiah tersebut? Katakanlah dana tersebut
ditaruh ke reksa dana saham dengan rata-rata return 18% per tahun.
Uang tersebut akan menjadi 20 juta rupiah dalam waktu 4 tahun.

Disini kemampuan menunda kesenangan akan berpengaruh besar.Apabila
Saudara Asrul Mappiwali tidak dapat menahan keinginan untuk
berbelanja, maka dalam bulan itu juga seluruh uang tersebut akan
habis. Bahkan orang cenderung berbelanja lebih banyak daripada yang
dia dapatkan.

Perlu diingat bahwa dalam pengelolaan keuangan pribadi yang
benar, kita harus menyimpan minimal 10% dari seluruh uang
yang kita dapatkan untuk ditabung atau diinvestasikan. Dalam
kasus diatas, kita harus dapat menyisihkan minimal satu juta
rupiah untuk ditabung.

Jadi, sebelum kita berbelanja, pisahkanlah antara apa saja
yang termasuk kebutuhan, dan apa saja yang termasuk keinginan.
Kita boleh membeli barang-barang yang memang kita butuhkan. Namun
sebisa mungkin tundalah pembelian barang-barang yang hanya untuk
kesenangan. Dengan demikian maka kita bisa mendapatkan lebih banyak
uang yang bisa kita investasikan.

Sekian dulu artikel saya untuk hari ini. Sampai jumpa pada
kesempatan berikutnya.

Senin, 08 Juni 2009

"Budgeting", Urat Nadi Pengelolaan Keuangan Pribadi

Selamat pagi Saudara Asrul Mappiwali,

Dalam buku "Millionaire Next Door" yang menjadi best seller,
Danko dan Stanley membeberkan fakta-fakta yang mereka temukan
dalam survei terhadap orang-orang kaya. Salah satu fakta yang
menarik disini adalah, bahwa Danko dan Stanley menemukan bahwa
orang-orang kaya menyediakan waktu dua kali lebih banyak daripada
orang biasa untuk melakukan "Budgeting". Dari fakta ini kita
dapat melihat bahwa sebenarnya "budgeting" itu penting sekali
dalam proses perencanaan keuangan.

Apa sih yang dimaksud dengan "budgeting" itu? "Budgeting" adalah
proses pembuatan anggaran pendapatan dan belanja. Mungkin istilah
anggaran pendapatan dan belanja sudah sering terdengar oleh
Saudara Asrul Mappiwali. Benar, dalam berita-berita di surat kabar
tentunya kita sering mendengar kata APBN alias Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara. Negara kita saja menggunakan anggaran dalam
perencanaan keuangannya. Kita juga butuh anggaran untuk mengelolah
keuangan kita, dalam hal ini kita sebut saja anggaran pendapatan
dan belanja pribadi/keluarga.

Bagaimana cara membuat anggaran? Pertama-tama, kita definisikan
terlebih dahulu segala jenis pendapatan yang kita miliki. Untuk
kebanyakan orang, sumber pendapatan utamanya adalah gaji. Mungkin
saja masih ada pendapatan lainnya seperti royalti, bunga, pendapatan
sewa, dan lain-lain. Tuliskan saja semua jenis pendapatan Anda,
misalnya:

PENDAPATAN:
Gaji Rp. 4.000.000,-
Royalti Rp. 500.000,-
==================================
TOTAL PENDAPATAN Rp. 4.500.000,-

Nah, selanjutnya Anda perlu mendefinisikan pos-pos pengeluaran
yang besar buat Anda. Pos-pos pengeluaran ini beragam, sangat
bergantung pada individu/keluarga yang bersangkutan. Biasanya
pos-pos pengeluaran mencakup: makanan/kebutuhan harian, pakaian,
pendidikan, kesehatan, rekreasi, transportasi, asuransi, tabungan,
pembayaran kredit, dan lain-lain.

Setelah Anda mendefinisikan pos-pos pengeluaran Anda, selanjutnya
Anda memberi jatah sejumlah uang untuk masing-masing pos. Misalkan
saja Anda ingin menabung sebesar Rp. 400.000,- setiap bulannya,
atau Anda menjatahkan uang sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan
rekreasi. Berikut dibawah ini adalah contoh anggaran belanja:

BELANJA
Makanan/Kebutuhan Harian Rp. 1.500.000,-
Pakaian Rp. 300.000,-
Pendidikan Rp. 500.000,-
Kesehatan Rp. 300.000,-
Rekreasi Rp. 500.000,-
Transportasi Rp. 300.000,-
Asuransi Rp. 250.000,-
Tabungan Rp. 450.000,-
Pembayaran Kredit Rp. 500.000,-
Lain-lain Rp. 400.000.-
=========================================
TOTAL BELANJA Rp. 4.500.000,-

Pembagian jatah untuk masing-masing pos pengeluaran sangatlah
beragam, tergantung dari sudut pandang Anda terhadap pos
pengeluaran tersebut. Mungkin saja Anda menganggap bahwa rekreasi
tidak begitu penting, dan pendidikan jauh lebih penting bagi Anda.
Jadi Anda dapat memotong sebagian uang rekreasi, dan menambahkan
jatah biaya untuk pos pendidikan.

Ingat, bagaimanapun juga komposisi belanja Saudara Asrul Mappiwali,
total belanja harus LEBIH KECIL daripada total pendapatan. Usahakan
Anda dapat menabung setidaknya 10% dari total pendapatan.

Tentunya anggaran ini hanya dapat berguna bagi Anda apabila Anda
menerapkannya ke dalam kehidupan harian Anda. Oleh karena itu, setiap
harinya Anda perlu melakukan intropeksi setiap kali Anda mengeluarkan
uang. Periksa kembali untuk pos belanja manakah uang tersebut
dikeluarkan, dan apakah jatah belanja untuk pos tersebut masih
mencukupi? Apabila jatah belanja Anda sudah hampir habis, maka Anda
perlu melakukan penghematan pada pos belanja tersebut.

Demikian sekilas penjelasan dari saya pada kesempatan kali ini mengenai
"budgeting". Apabila Saudara Asrul Mappiwali tertarik untuk mempelajari
lebih lanjut mengenai "budgeting", maka Saudara Asrul Mappiwali dapat
membacanya pada buku saya yang berjudul "Keuangan Pribadi: Resep
Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya". Sampai jumpa pada kesempatan
selanjutnya.

Kesalahan-kesalahan yang Menghalangi Anda Menjadi Kaya

Selamat Pagi, Saudara Asrul Mappiwali

Pagi ini saya ingin berbagi sedikit mengenai kesalahan-
kesalahan finansial yang sering dilakukan sehingga
menghalangi jalan menuju kaya.

Pensiun sejahtera tentunya menjadi keinginan setiap orang.
Sayangnya, dalam kenyataannya hanya sebagian kecil orang
yang berhasil mencapai kondisi ini. Sisanya? Kebanyakan
orang terpaksa terus bekerja hingga tua, atau hidup
bergantung pada keluarga.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya adalah karena
sepanjang hidupnya, kebanyakan orang cenderung melakukan
kesalahan-kesalahan finansial. Banyak yang menganggap
kesalahan ini tidak penting, sehingga menutup matanya
dan membiarkan dirinya tetap salah secara terus-menerus.
Akibatnya akan fatal bagi keuangan di masa tuanya.

Apa saja kesalahan finansial yang sering dilakukan orang?

1. Tidak menentukan tujuan
Bila Anda tidak tahu mau kemana, bagaimana Anda bisa sampai?
Untuk membangun kekayaan, pertama Anda harus memiliki tujuan.
Terlebih dahulu Anda harus menetapkan jumlah uang yang Anda
inginkan, setelah itu baru Anda bisa membuat rencana keuangan.

2. Tidak mengatur pengeluaran kecil
Anda mungkin tahu berapa pengeluaran umum Anda, tetapi apakah
Anda menyadari berapa total uang yang Anda keluarkan untuk
hal-hal kecil? Berhati-hatilah pada pengeluaran kecil,
terlebih lagi untuk yang sering terjadi, karena setelah
dijumlahkan akan bernilai besar.

3. Menyerahkan seluruh pengaturan keuangan pada orang lain
Anda perlu ikut serta dalam membuat rencana keuangan. Dengan
adanya partisipasi ini, maka Anda akan lebih memahami kondisi
finansial Anda sekarang. Dan Anda mengurangi ketergantungan
terhadap orang yang mengatur keuangan Anda.

4. Mengambil cicilan rumah 30 tahun
Tiga puluh tahun adalah jangka waktu yang terlalu panjang
untuk sebuah kredit. Anda akan berakhir dengan membayar
harga 2 hingga 3 kali harga yang seharusnya bila Anda
bersikeras mencicil tagihan hingga 30 tahun. Ambillah
jangka waktu yang lebih pendek, misalnya 15 tahun. Hal
ini akan menghemat banyak uang Anda.

5. Terlalu banyak hutang
Ingatlah bahwa setiap hutang akan membawa bunga yang harus
Anda bayar. Bunga hutang ini jumlahnya tidak sedikit dan
secara terus-menerus akan mengikis keuangan Anda. Apabila
Anda ingin sehat secara finansial, Anda harus membayar semua
hutang Anda secepat mungkin.

6. Tidak cukup persiapan pensiun atau terlambat memulai
Masa pensiun perlu direncanakan sedini mungkin. Semakin
cepat Anda memulai, maka semakin sedikit uang yang perlu
Anda tabung setiap bulannya.

7. Menggunakan tabungan hari tua Anda sebelum waktunya
Ingat, apapun yang terjadi, jangan pernah menggunakan uang
pensiun Anda. Kalau tidak, akibatnya akan fatal. Bisa-bisa
Anda pensiun tanpa dana sama sekali.

Saudara Asrul Mappiwali, selalulah waspada pada kesalahan-kesalahan
finansial. Jangan sampai kesalahan-kesalahan seperti ini
menghalangi jalan Saudara Asrul Mappiwali menuju kekayaan.

Apakah Anda Terlalu Banyak Utang

Halo Saudara Asrul Mappiwali. Salam sejahtera. Bagaimana kabar
Saudara Asrul Mappiwali hari ini? Semoga saja Saudara Asrul Mappiwali selalu
dalam kondisi fit.

Hari ini saya ingin berbagi sedikit mengenai utang. Sebenarnya
tidak semua utang itu buruk, hanya saja dalam kenyataannya
kebanyakan orang tidak tahu cara mengelola utang sehingga pada
akhirnya utang akan menghancurkan kehidupan finansial mereka.

Penggunaan utang untuk keperluan konsumsi adalah kebiasaan buruk.
Terlalu banyak utang negatif ini akan menyebabkan semakin besarnya
beban bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya. Pada akhirnya,
orang tersebut akan menjadi budak utang karena harus bekerja hanya
untuk membayar bunga kredit.

Tentunya saya tidak ingin hal ini terjadi pada Saudara Asrul Mappiwali.
Oleh karena itu untuk berjaga-jaga, dibawah ini saya cantumkan
beberapa petanda kalau-kalau saja Saudara Asrul Mappiwali sudah terkena
masalah utang:
1. Punya kartu kredit hingga 2-3 buah, atau bahkan lebih
2. Menggunakan kartu kredit hingga ke pembelian barang-barang
kebutuhan sehari-hari seperti makanan.
3. Setelah membayar tagihan, kembali berbelanja lebih banyak
dari tagihan sebelumnya.
4. Kartu kredit sudah hampir mencapai limit, atau bahkan ditolak
karena sudah overlimit.
5. Tidak tahu jumlah utang secara pasti.
6. Hanya bisa mencicil pembayaran minimum dari utang.
7. Tidak memiliki tabungan.
8. Ditelpon oleh penagih utang.
9. Berbohong pada pasangan/keluarga tentang pengeluaran yang
sesungguhnya.

Semakin banyak poin diatas yang sesuai dengan kondisi
Saudara Asrul Mappiwali, semakin besar peluang Anda terlibat
masalah utang. Waspadai selalu jebakan-jebakan utang, agar
kehidupan finansial Saudara Asrul Mappiwali tidak diperbudak oleh
utang.

Untuk mempelajari mengenai cara mengelola utang pribadi,
Saudara Asrul Mappiwali dapat membaca buku saya yang berjudul:
"Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya".
Buku ini hanya dijual secara online di situs:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.

Sekian dulu sharing dari saya untuk kesempatan ini. Sampai
ketemu dalam artikel saya yang selanjutnya.

Kekayaan Bersih....

Halo Saudara Asrul Mappiwali

Artikel saya kali kali ini adalah mengenai Kekayaan Bersih.

Saudara Asrul Mappiwali, bila Anda ingin mengontrol uang anda dan merencanakan
masa depan finansial Anda dengan efektif, pertama-tama Anda perlu
mengetahui dengan pasti posisi keuangan Anda saat ini. Bagaimana
cara mengetahuinya? Mudah, buatlah Laporan Kekayaan Bersih.

Laporan Kekayaan Bersih merupakan ringkasan dari keadaan finansial
Anda saat ini. Laporan ini akan memberikan informasi tentang dimana
seharusnya Anda memfokuskan perencanaan finansial Anda. Laporan ini
juga akan sangat berguna dalam mengajukan permohonan pinjaman, dari
kartu kredit, cicilan mobil, sampai dengan cicilan rumah Anda.

Kekayaan bersih Saudara Asrul Mappiwali adalah selisih antara harta (segala hal
yang Anda miliki), dengan semua utang Anda. Bila diterjemahkan dalam
bahasa finansial, kekayaan bersih Saudara Asrul Mappiwali adalah total aset
dikurangi dengan total liabilitas.

Bila Anda memiliki aset lebih besar dari liabilitas, kekayaan bersih
Anda positif. Sebaliknya, bila liabilitas lebih besar,
kekayaan bersih Anda bernilai negatif.

Konsep menghitung kekayaan bersih sangatlah sederhana. Pertama-tama,
buatlah daftar kekayaan yang Anda miliki, mulai dari :
- Uang tunai dan Simpanan - misalnya deposito, tabungan, dst.
Yang sifatnya hampir sama dengan uang tunai.
- Investasi - seperti saham, obligasi, reksa dana
- Dana Pensiun - mulai dari dana yang Anda siapkan sendiri sampai
dana pensiun dari perusahaan Anda
- Properti - rumah, tanah, bangunan, mobil, dst
- Benda-benda rumah tangga - mebel, perhiasan, barang-barang antik,
koleksi, dll

Untuk benda-benda rumah tangga dan barang-barang seperti mobil, motor,
kapal, dan seterusnya, perkirakan harganya menurut harga pasar - harga
yang bersedia dibayarkan oleh pembeli yang memiliki motivasi membeli
serta berpengetahuan dan rasional.

Setelah Anda mencatat semua harta yang Anda miliki, jumlahkan.
Kemudian mulailah mencatat segala liabilitas Anda:
- Pinjaman, mulai dari cicilan rumah, cicilan kendaraan, sampai
pinjaman bank.
- Utang kartu kredit
- Serta semua kewajiban finansial lain yang Anda miliki

Setelah semuanya Anda jumlahkan, kurangi nilai total aset Anda dengan
total liabilitas. Hasilnya itu adalah Kekayaan bersih Saudara Asrul Mappiwali.
Apakah jumlahnya positif? Kalau ya, selamat untuk Anda! Sekarang
Anda bisa duduk tenang dan membuat rencana untuk mengembangkan
kekayaan Anda. Bagaimana bila jumlahnya negatif? Wah, Anda perlu
melakukan perubahan dengan segera.

Simpanlah laporan kekayaan bersih Anda sekarang, dan lakukan
perhitungan ulang setiap 3 bulan. Jumlah kekayaan bersih Anda di
3 bulan mendatang, harus mengalami peningkatan sebesar 10% dari
seluruh pendapatan yang Anda terima. Misalkan Anda bekerja dengan
gaji 3 juta rupiah per bulannya, berarti Anda menerima dalam
3 bulan Anda akan menerima uang sebesar 9 juta rupiah. Nah,
dalam contoh ini, untuk menjadi kaya jumlah kekayaan bersih
Anda harus mengalami peningkatan minimal sebesar 900 ribu rupiah.

Agar dapat mengalami peningkatan kekayaan bersih secara terus-
menerus, Anda perlu membuat anggaran pendapatan dan belanja dan
secara disiplin menjalankan anggaran tersebut. Untuk petunjuk
lebih jelasnya, silahkan baca dalam buku saya yang berjudul
Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya.
Buku ini dapat dibeli di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.

Sampai ketemu dalam artikel saya yang berikutnya.

Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Untuk menjadi kaya, kita harus selalu ingat prinsip dasar
"Menghabiskan lebih sedikit dari yang kita dapatkan" atau "Hidup
dibawah kemampuan". Dengan melaksanakan prinsip ini, maka setiap
bulannya kita mengakumulasikan harta, yang dalam jangka panjangnya
akan membawa kita menuju kaya.

Agar dapat melaksanakan dengan benar "Hidup dibawah kemampuan",
kita perlu menyadari beberapa hal. Salah satunya, yang akan saya
bahas dalam kesempatan ini, adalah bisa membedakan antara
"kebutuhan" dan "keinginan".

"Kebutuhan" adalah barang atau jasa yang benar-benar Saudara Asrul Mappiwali
perlukan. Jika Saudara Asrul Mappiwali tidak bisa mendapatkan barang tersebut,
maka kehidupan Saudara Asrul Mappiwali menjadi terancam atau menjadi susah.
Contoh paling nyata adalah makanan. Manusia membutuhkan makanan
untuk tetap bertahan hidup. Apabila manusia tidak makan sama sekali,
maka dalam waktu 3 hari dia akan mati.

Sementara "keinginan" adalah barang atau jasa yang dibeli hanya
semata untuk kesenangan. Biasanya keinginan ini lebih didorong
oleh rasa tamak manusia sehingga rela mengeluarkan uang lebih
banyak untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Setiap kali Saudara Asrul Mappiwali hendak membeli barang, pernahkah
Saudara Asrul Mappiwali memikirkan apakah barang tersebut merupakan
"kebutuhan" atau "keinginan" bagi Saudara Asrul Mappiwali? Coba lihat daftar
dibawah ini dan tentukan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan:
sepatu
baju buatan designer
air
apartemen mewah
ranjang
es krim
undian
mobil
keanggotaan klub
makan siang
tiket konser
perjalanan ke luar negeri
obat-obatan
kalung
komputer
kopi
handphone
tongkat golf
mebel

Sayangnya, jawaban dari daftar diatas tidak benar-benar hitam putih.
Sesuatu yang menjadi keinginan seseorang mungkin saja suatu kebutuhan
untuk yang lain. Misalnya komputer. Bila Anda berpenghasilan terutama
dalam bidang komputer, maka komputer adalah suatu kebutuhan. Tapi bila
Anda hanya menggunakannya untuk bermain game, maka sebetulnya Anda
tidak membutuhkannya.

Dari daftar diatas, kita masih bisa menentukan apa yang menjadi
kebutuhan mayoritas orang. Sepatu (dan pakaian), air, ranjang,
makanan, obat lebih merupakan kebutuhan daripada keinginan. Walaupun
demikian, berhati-hatilah dalam memilih barang pemuas kebutuhan
Saudara Asrul Mappiwali. Barang yang merupakan kebutuhan, bisa berubah
menjadi keinginan jika dipenuhi secara berlebihan. Misalnya saja
makanan. Kebutuhan kita sebenarnya dapat terpenuhi jika kita makan
secukupnya, misalnya saja dengan memesan nasi rames yang harganya
berkisar Rp. 10.000,-. Namun, sebagian orang lebih suka makan di
kafe-kafe dengan biaya yang lebih mahal, anggap saja Rp. 50.000,-.
Selisih Rp. 40.000,- ini merupakan harga yang harus dibayar untuk
memuaskan keinginan, antara lain keinginan akan kemewahan, suasana
yang menyenangkan, service, dan lain-lain.

Mulailah menyisihkan sedikit waktu Anda untuk bertanya pada diri
sendiri. Anda mungkin akan menemukan bahwa ada cukup banyak barang
yang Anda anggap perlu tidak lain hanya keinginan. Sekali Anda dapat
membedakan keduanya dengan obyektif dan dapat membatasi diri
agar tidak membeli barang-barang yang hanya sekedar keinginan,
maka Anda sudah dalam jalan sukses mempraktekan 'hidup sesuai
kemampuan'.

=================
Tips
=================

Pada saat Saudara Asrul Mappiwali jalan di pusat perbelanjaan, barangkali
Saudara Asrul Mappiwali melihat suatu barang yang sangat menarik dan
ingin sekali membelinya. Pada saat itu, biasanya emosi memenuhi
pikiran Saudara Asrul Mappiwali sehingga Saudara Asrul Mappiwali menjadi
sulit sekali untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Saran saya, jangan langsung membeli. Tinggalkan terlebih dahulu
barang tersebut selama 3 hari. Emosi Saudara Asrul Mappiwali akan
menurun, sehingga dapat berpikir dengan lebih jernih apakah barang
tersebut adalah benar-benar merupakan kebutuhan atau hanya sekedar
keinginan Saudara Asrul Mappiwali.

Untuk mempelajari konsep lain mengenai keuangan pribadi, silahkan
membeli ebook saya di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.

1 % Memiliki Efek yang Besar

Hi Saudara Asrul Mappiwali,

Hari ini saya memiliki cerita yang menarik untuk Saudara Asrul Mappiwali.

Pak Tekun dan Pak Pintar adalah penabung yang ulung. Setiap
bulannya mereka selalu menyisihkan uang Rp. 100.000,- untuk
ditabung.

Hanya saja, Pak Tekun lebih peduli dengan pekerjaannya. Pada
saat membuka tabungan, dia langsung memilih salah satu bank
tanpa memeriksa suku bunga dari bank lainnya. Dia mendapatkan
tabungan dengan tingkat suku bunga 7%.

Lain halnya dengan Pak Pintar. Sebelum memutuskan hendak menabung
dimana, Pak Pintar mencari informasi dari bank-bank yang dipercaya.
Dia memilih untuk menabung di tempat yang paling menguntungkan.
Pak Pintar mendapatkan tabungan dengan suku bunga 8%.

Waktu terus berjalan. Tak terasa 10 tahun telah berlalu sejak
Pak Tekun dan Pak Pintar memulai tabungan mereka. Masing-masing
menabung Rp. 100.000,- per bulannya secara disiplin. Namun...
jumlah tabungan Pak Tekun sekarang hanya mencapai Rp. 17.308.481,-,
sedangkan jumlah tabungan Pak Pintar mencapai Rp. 18.294.604,-.

Jumlah tabungan mereka memiliki perbedaan yang cukup besar (hampir
satu juta rupiah), padahal perbedaan tingkat suku bunga mereka hanya
1%! Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya adalah karena "bunga berbunga". Bunga dari tabungan
sekarang, akan masuk menjadi bagian dari tabungan dan turut berbunga
di periode berikutnya. Dan "bunga berbunga" ini menjadi lebih
menguntungkan lagi sejak bunga bank dihitung secara bulanan.

=========================
TIPS
=========================

Selalu perhitungkan tingkat suku bunga dalam tabungan Anda! Dalam
jangka panjang, tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan membawa
keuntungan yang berlipat ganda bagi Anda. Ingatlah bahwa orang
kaya selalu berinvestasi. Investasi yang baik memiliki tingkat
suku bunga yang jauh lebih tinggi daripada tabungan.

Apabila Saudara Asrul Mappiwali tertarik untuk melihat bagaimana perjalanan
jumlah rekening Pak Tekun dan Pak Pintar, saya sudah membuatkan
simulasinya. Simulasi ini dapat Saudara Asrul Mappiwali download pada:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/mutasi.zip

Sekedar informasi saja, simulasi ini dibuat menggunakan Excel
dengan memanfaatkan fungsi-fungsi keuangan yang ada dalam Excel.
Apabila Saudara Asrul Mappiwali ingin belajar membuat simulasi seperti ini,
saya sarankan Saudara Asrul Mappiwali membaca buku saya yang berjudul
"Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan Excel".

Buku ini bisa Saudara Asrul Mappiwali dapatkan GRATIS apabila Saudara Asrul Mappiwali
memesan buku "Keuangan Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan
Kaum Kaya" sekarang. Ingat, kesempatan ini terbatas loh!

OK, cukup sekian sharing dari saya hari ini. Sampai ketemu di
lain kesempatan, Saudara Asrul Mappiwali.

Saudara Asrul Mappiwali Ingin Menjadi Milyuner?

Hi Saudara Asrul Mappiwali,

Pernahkah Saudara Asrul Mappiwali bermimpi memiliki uang sebanyak satu milyar?
Saudara Asrul Mappiwali BISA! Asalkan Saudara Asrul Mappiwali memiliki rencana yang
matang, serta menjalankannya secara dispilin dan konsisten.
Dalam kesempatan ini, perkenankan saya sharing sedikit
mengenai cara membuat rencana keuangan.

Sebelumnya, saya minta Saudara Asrul Mappiwali men-download file rencana
yang sudah saya sediakan. File ini besarnya 80kb dan dapat
dibuka dengan menggunakan aplikasi Excel. Link untuk melakukan
download adalah:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/plan.zip

Dari tabel rencana yang sudah saya buatkan, Saudara Asrul Mappiwali dapat
melihat berapa jumlah uang yang perlu Saudara Asrul Mappiwali tabung setiap
bulannya untuk memiliki uang sebesar Rp. 1.000.000.000,-.

Saudara Asrul Mappiwali dapat melihat dari tabel rencana saya, bahwa untuk
memiliki uang sebanyak satu milyar, Saudara Asrul Mappiwali cukup secara
disiplin menabung sebesar Rp. 126.076,- per bulannya selama 50
tahun dalam tabungan yang tingkat suku bunganya 8%.

Terlalu lama? Benar! Untuk tabungan jangka panjang dan dalam
jumlah besar, tidaklah bijaksana menggunakan produk tabungan
biasa. Akan lebih menguntungkan apabila kita menggunakan uang
kita untuk membeli produk investasi.

Dengan target jumlah tabungan yang sama, tetapi dengan mempergunakan
produk investasi reksa dana saham yang secara rata-rata memberikan
return sebesar 20%, Saudara Asrul Mappiwali dapat menjadi milyuner dengan
menyisihkan Rp. 117.851,- setiap bulannya selama 25 tahun! Waktu
yang diperlukan adalah dua kali lebih cepat! (Perlu diperhatikan
disini bahwa reksa dana saham mengandung resiko. Pengetahuan
terhadap produk reksa dana MUTLAK DIPERLUKAN sebelum berinvestasi.)

Tentunya target dari setiap orang berbeda-beda. Mungkin saja Saudara Asrul Mappiwali
ingin memiliki 2M, 5M atau bahkan 10M. Atau barangkali 500 juta saja
sudah cukup untuk Saudara Asrul Mappiwali. Rencana yang sudah Saudara Asrul Mappiwali
download dapat menghitungkan jumlah yang perlu Saudara Asrul Mappiwali tabung
untuk mencapai target Saudara Asrul Mappiwali. Silahkan ganti angka
Rp.1.000.000.000,- pada sheet sesuai dengan kebutuhan Saudara Asrul Mappiwali.
Secara otomatis Excel akan menghitung ulang jumlah yang diperlukan
untuk mencapai target baru.

Saudara Asrul Mappiwali tinggal memilih berapa lama jangka waktu dan berapa suku
bunga produk tabungan yang Saudara Asrul Mappiwali gunakan. Dari tabel Saudara Asrul Mappiwali
dapat melihat berapa jumlah uang yang perlu Saudara Asrul Mappiwali sisihkan setiap
bulannya. Saudara Asrul Mappiwali tinggal menjalankan rencana dengan disiplin dan
konsisten, Saudara Asrul Mappiwali akan menjadi milyuner!

Apabila Saudara Asrul Mappiwali tertarik untuk mempelajari cara membuat rencana
keuangan dengan menggunakan Excel, Saudara Asrul Mappiwali dapat membaca buku saya
yang berjudul "Tips dan Trik Membuat Rencana Keuangan Pribadi Menggunakan
Excel". Buku ini membahas mengenai fungsi-fungsi keuangan yang didukung
oleh Excel. Setiap fungsi disertai contoh nyata penggunaan. Saya juga
menyertakan 9 worksheet yang siap pakai untuk berbagai rencana
keuangan, seperti rencana naik haji, rencana dana pendidikan anak,
rencana pensiun, dan lain-lain.

Dimana Saudara Asrul Mappiwali bisa membeli buku ini dan berapa harganya? Ini adalah
kabar baik untuk Saudara Asrul Mappiwali! Sebab buku ini bisa didapatkan secara
GRATIS apabila Saudara Asrul Mappiwali membeli buku saya yang berjudul "Keuangan
Pribadi: Resep Rahasia Dibalik Kesuksesan Kaum Kaya". Dapatkan segera,
penawaran SPESIAL ini hanya di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.

Ingat, penawaran spesial ini terbatas hanya untuk pembayaran sebelum
akhir bulan. Pesan segera sebelum terlambat!

Apakah Tabungan Saudara Asrul Mappiwali Membuat Anda Semakin Kaya?

Hi Saudara Asrul Mappiwali,

Bagaimana kabar Saudara Asrul Mappiwali hari ini? Semoga Saudara Asrul Mappiwali
dalam keadaan sehat selalu.

Hari ini saya hendak berbagi sedikit mengenai tabungan. Kita semua
tahu kalau kita menabung di bank, maka kita akan mendapatkan bunga
sehingga semakin lama jumlah tabungan kita akan semakin bertambah.
Sekarang saya ingin mengajak Saudara Asrul Mappiwali untuk berpikir sedikit
lebih kritis, apakah Saudara Asrul Mappiwali bertambah kaya dengan bunga
yang Saudara Asrul Mappiwali dapatkan dari bank?

Anggap saja sekarang Saudara Asrul Mappiwali punya uang sebanyak sepuluh
juta rupiah (Rp. 10.000.000,-). Uang ini Saudara Asrul Mappiwali tabung
ke dalam deposito berjangka 1 tahun dengan bunga 8%. Apabila
kita hitung secara sederhana, di tahun mendatang jumlah uang
tabungan Saudara Asrul Mappiwali akan bertambah menjadi Rp. 10.800.000,-.

Pertanyaannya adalah: Apakah Saudara Asrul Mappiwali bertambah kaya?

Apabila Saudara Asrul Mappiwali hanya melihat dari angka nominal,
Jawabannya adalah BENAR. Saudara Asrul Mappiwali makin kaya. Alasannya
adalah jumlah uang Saudara Asrul Mappiwali bertambah sebesar delapan
ratus ribu rupiah (Rp. 800.000,-).

Sekarang mari kita lihat dari aspek real. Anggap saja pada tahun
ini harga satu kotak rokok adalah sepuluh ribu rupiah
(Rp. 10.000,-). Dengan uang sebesar sepuluh juta rupiah,
pada saat ini Saudara Asrul Mappiwali dapat membeli 1.000 kotak rokok.

Pada tahun berikutnya, jumlah uang Saudara Asrul Mappiwali bertambah
menjadi Rp. 10.800.000,-. Di sisi lain, harga rokok juga naik,
katakanlah menjadi Rp. 11.000,-. Jadi dengan jumlah uang
Saudara Asrul Mappiwali pada saat itu, Saudara Asrul Mappiwali hanya bisa
membeli 981 kotak rokok. Lebih sedikit 19 kotak dibandingkan
dengan sekarang.

Kembali ke pertanyaan semula:
Apakah Saudara Asrul Mappiwali bertambah kaya?

Jawabannya adalah TIDAK. Sebab jumlah barang yang bisa Saudara Asrul Mappiwali
beli dengan uang Saudara Asrul Mappiwali justru semakin sedikit.

---------------
HOT TIPS :
---------------

Dalam memilih produk tabungan, Saudara Asrul Mappiwali juga perlu
turut memperhitungkan inflasi. Bunga dari tabungan Saudara Asrul Mappiwali
harus lebih tinggi dari tingkat inflasi. Apabila tidak, maka
Saudara Asrul Mappiwali akan menjadi semakin miskin.

Apabila Saudara Asrul Mappiwali ingin mempelajari lebih banyak
mengenai cara menabung dan berinvestasi, Saudara Asrul Mappiwali bisa
mendapatkan lebih banyak tips dalam buku saya
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing..

Sekedar bocoran saja, dalam buku ini saya juga menjelaskan
mengenai produk-produk investasi lain dengan bunga yang
jauh lebih menarik daripada deposito. Saudara Asrul Mappiwali bisa
mendapatkan buku saya di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.

Sukses selalu untuk Saudara Asrul Mappiwali!

Pola Pikir Orang Kaya

Selamat pagi Saudara Asrul Mappiwali,

Saudara Asrul Mappiwali pernah mendengar nama Robin Hood? Tokoh ini
sangat digemari oleh banyak orang karena kisah heroiknya yang
merampok uang dari orang-orang kaya dan kemudian membagi-bagikan
hasilnya secara merata bagi semua orang miskin.

Apabila kita melihat dari sisi radikal, tingginya popularitas
dari Robin Hood ini memperlihatkan bahwa banyak orang yang
merasa bahwa dunia ini tidak adil karena orang-orang yang kaya
bisa memiliki uang begitu banyaknya. Memang fakta menunjukkan
bahwa sebagian besar uang yang beredar ini dikuasai oleh hanya
sebagian kecil dari masyarakat.

Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi dunia apabila
Robin Hood berhasil mengumpulkan semua uang yang ada dan
membagikannya secara merata ke semua orang? Sekilas dunia
tampak lebih indah. Tidak ada lagi orang kaya, dan tidak ada
lagi orang miskin. Semua orang hidup dengan kemakmuran yang
sama.

Marshall Sylver, di dalam bukunya yang berjudul Passion Profit
Power, menjelaskan lebih detil mengenai pertanyaan diatas.
Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara
merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.
Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.
Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian
besar uang yang ada.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada pola pikir orang
mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada
akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir "Enaknya uang ini
digunakan untuk membeli apa ya?". Kemudian uangnya dihabiskan
untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang.
Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan,
mereka kembali menjadi miskin.

Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir
bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-
kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk
membuka usaha, ataupun berinvestasi. Akhirnya mereka akan mengumpul-
kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang
yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang
lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat. Tindakan
menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.

Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan
secara objektif. Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar
kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa
menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan
sendirinya.

Dengan alasan inilah saya mendirikan KeuanganPribadi.com. Saya
ingin mengajak Saudara Asrul Mappiwali untuk merubah pola pikir
mengenai keuangan. Mari kita bersama-sama mengembangkan diri
kita dengan cara mempelajari pola pikir orang kaya, dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Sebagai fasilitas dari KeuanganPribadi.com, secara berkala
saya akan mengirimkan artikel gratis kepada Saudara Asrul Mappiwali.
Artikel-artikel yang saya kirimkan akan selalu bertemakan
keuangan pribadi, dengan frekuensi sekitar 4-7 hari, dan
tanpa attachment. Jadi artikel saya tidak akan memberatkan
email Saudara Asrul Mappiwali.

Saudara Asrul Mappiwali boleh memberikan tanggapan, pertanyaan ataupun
kritikan yang membangun dengan cara me-reply email saya. (Mohon
maaf sebelumnya, mungkin saya tidak sempat membalas email
Saudara Asrul Mappiwali karena banyaknya reply yang saya terima. Tetapi
saya bisa menjamin bahwa email Saudara Asrul Mappiwali pasti saya baca).

Sekiranya Saudara Asrul Mappiwali tidak berkenan menerima artikel dari
saya, maka Saudara Asrul Mappiwali boleh mengklik link yang saya sediakan
di bagian paling bawah email ini. Link tersebut akan menghentikan
pengiriman artikel ke email ini. Saya akan selalu menyertakan
link ini dalam setiap artikel saya.

Sekian dulu artikel saya pada hari ini. Sampai jumpa dalam
kesempatan berikutnya.

Hard Worker

Hi Saudara Asrul Mappiwali,

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih karena Saudara Asrul Mappiwali berkenan
menggunakan jasa dari situs saya.

Seperti yang telah saya janjikan, Saudara Asrul Mappiwali boleh men-download
modul pertama dari ilmu keuangan pribadi GRATIS melalui link di bawah
ini:
http://www.keuanganpribadi.com/dl/modul1.pdf
File ini dapat dibuka dengan menggunakan Adobe Acrobat Reader,
yang dapat Saudara Asrul Mappiwali download di www.adobe.com.

Pada kesempatan kali ini, perkenalkan saya sharing sedikit mengenai HARD
WORKER dan SMART WORKER.

Tentunya Saudara Asrul Mappiwali sudah mengerti tentang arti
HARD WORKER atau pekerja keras. Para pekerja keras percaya
bahwa semakin giat dan semakin banyak waktu yang mereka
habiskan untuk bekerja, maka kan semakin banyak hasil yang
mereka dapatkan.

Akibatnya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka
untuk bekerja. Mereka bahkan bersedia bekerja lembur, sehingga
seringkali mereka kekurangan waktu untuk hal-hal lainnya
seperti untuk rekreasi, keluarga ataupun kepentingan pribadinya
sendiri.

Bahkan sangking sibuknya mereka bekerja, mereka sampai tidak
sempat lagi memikirkan apakah yang sedang mereka lakukan ini
adalah hal yang terbaik untuk mereka atau tidak. Mereka tidak
sempat membuat rencana untuk masa depan mereka.

Dan waktu berjalan cepat bagi para pekerja keras. Tidak terasa
mereka sudah menjadi tua, tidak bisa bekerja lagi. Apa yang
terjadi pada mereka?

Memang ada contoh-contoh menarik di tengah masyarakat bahwa
pekerja keras berhasil menjadi tokoh-tokoh besar, menjadi
pemimpin perusahaan, menjadi orang kaya. Sayangnya hal ini
hanya terjadi pada sebagian kecil dari pekerja keras.

Sebagian besar pekerja keras akan menemukan bahwa kehidupan
mereka tetap segitu-segitu saja sampai mereka tua. Bahkan
di masa tuanya pun mereka harus tetap bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidup mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena
mereka TERLALU SIBUK BEKERJA. Mereka setiap harinya hanya
bekerja, bekerja, dan bekerja.

Coba Saudara Asrul Mappiwali pikirkan kembali. Apakah benar kita
bisa kaya hanya dengan menjadi HARD WORKER?

Coba Saudara Asrul Mappiwali perhatikan bos-bos dan orang-orang kaya
disekitar Saudara Asrul Mappiwali. Apakah mereka pekerja keras? Apakah
mereka menghabiskan seluruh waktu mereka untuk bekerja sehingga
mereka tidak punya waktu lagi untuk keluarga, untuk bersenang-
senang ataupun untuk hal-hal pribadi lainnya?

TIDAK.

Kebanyakan mereka bukan tipe HARD WORKER. Mereka adalah tipe
SMART WORKER. Mereka tahu bahwa mereka tidak perlu mengerjakan
segala hal untuk menjadi kaya. Mereka cukup membuat rencana,
mengerjakan hal-hal kunci dan kemudian... secara ajaib sistem
dan uang akan bekerja untuk mereka.

Apa perbedaan utama dari HARD WORKER dengan SMART WORKER?
Perbedaan yang paling besar adalah SMART WORKER memiliki
PENGETAHUAN. Pengetahuan yang tidak diajarkan pada HARD WORKER.
Pengetahuan ini biasanya hanya diturunkan ke keluarga atau
kerabat dekat, dari mulut ke mulut. Dengan pengetahuan inilah
mereka dapat mengelolah kekayaan mereka sehingga semakin hari
mereka menjadi semakin kaya.

---------------
LESSON
---------------

HARD WORKER hanyalah istilah keren pada era industri, disaat
tenaga kerja manusia sangatlah dibutuhkan oleh pabrik-pabrik
untuk membuat produk-produknya. Pada jaman ini, manusia bisa
menjadi kaya hanya dengan bekerja keras.

Sekarang era sudah berganti menjadi era informasi, dimana
tenaga manusia bisa digantikan oleh mesin, robot atau komputer.
Sekedar bekerja giat saja sudah tidak cukup lagi untuk menjadi
kaya. Di jaman sekarang, siapa yang menguasai paling banyak
pengetahuan, dialah yang menang.

Buku Keuangan Pribadi berisi pengetahuan-pengetahuan mengenai
cara mengelolah uang sendiri. Dengan menerapkan pengetahuan ini,
Saudara Asrul Mappiwali tidak hanya memanfaatkan secara optimal kekayaan
yang ada, tetapi juga membuat agar uang Saudara Asrul Mappiwali bekerja
untuk menghasilkan kekayaan.

Apabila Saudara Asrul Mappiwali tertarik untuk mempelajari lebih banyak mengenai
ilmu keuangan pribadi, saya sarankan Saudara Asrul Mappiwali membeli bukunya di:
http://www.keuanganpribadi.com?id=phing.
Karena buku ini menjelaskan secara detil dan
praktis mengenai kiat-kiat mengelolah uang pribadi.

Selain itu, saya juga menyediakan "bonus kejutan" berupa buku-buku yang
berhubungan dengan keuangan pribadi. Bonus ini boleh di-download secara
gratis apabila Saudara Asrul Mappiwali membeli buku saya.

Saudara Asrul Mappiwali pasti suka deh!

Salam sukses untuk Saudara Asrul Mappiwali.

Regards,