Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2009

Etiket Berinteraksi di Kantor

Tulisan berikut ini membahas mengenai etiket berinteraksi di kantor, yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Mien Uno, vice president John Robert Powers. Selamat menikmati.


Pengertian Etiket

Istilah etiket, berasal dari bahasa Perancis: etiquette, yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Etiket dapat berbeda, berubah bahkan bertolak belakang di satu tempat dengan tempat lainnya. Oleh karena itu, kita harus mempelajari, menghormati dan menyesuaikan diri dengan etiket yang berlaku di manapun tempat kira berada dan dengan siapapun kita berhadapan.

Etiket Dalam Interaksi di Kantor

Sebagai seorang yang profesional, idealnya etiket merupakan bagian dari diri Anda. Hal ini dapat dipelajari dan tidak sulit dilakukan. Prinsip utamanya adalah: perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Bersikaplah bijaksana dan rendah hati dalam berinteraksi dengan siapapun, dari level jabatan apapun. Perlakukan setiap orang dengan baik, sopan santun dan dengan kelembutan (gentleness). Dalam situasi formal maupun informal, tempatkan diri Anda secara tepat. Perhatikan dengan siapa dan dalam kapasitas apa Anda berinteraksi:
1. Sikap atasan-bawahan, prinsipnya adalah menjadi teladan dan memperlakukan bawahan sebagai bagian dari teamwork Anda, termasuk karyawan level terbawah sekalipun. Tentunya, dalam pengambilan keputusan yang stategis, barulah sebatas karyawan level menengah / atas yang turut dilibatkan;
2. Sikap pegawai-pegawai, prinsipnya adalah saling menghormati, mendukung dan bekerjasama untuk kepentingan organisasi;
3. Sikap pegawai-organisasi, prinsipnya adalah komitmen dan bertanggung jawab pada tugas yang dipercayakan kepadanya.

Apapun jabatan Anda, dalam berinteraksi haruslah objektif. Hal ini akan menguatkan profesionalisme Anda dan meminimalisasi kemungkinan interpretasi diskriminasi atau pelecehan atas perilaku atau tindakan Anda. Pahami peraturan, kebiasaan dan values organisasi Anda. Biasakan diri Anda bertindak dan berperilaku yang mengacu pada ketentuan-ketentuan tersebut.
Jika Anda menemukan kesalahan dan orang lain, gunakan kemampuan berbicara asertif Anda saat menyampaikannya. Kemukakan terlebih dahulu sisi positif dari pekerjaan atau pendapat orang tersebut, setelah itu baru sampaikan koreksi dan saran Anda. Akan lebih baik jika diberitahukan secara empat mata. Jika tidak memungkinkan, misalkan saat menjadi pembicara dalam seminar, sampaikan secara tertulis dalam secarik kertas. Hal ini akan menghindarkan yang bersangkutan dari rasa malu, dipermalukan ataupun digurui.
Senantiasa kendalikan emosi dan tindakan Anda, dalam menghadapi situasi yang tidak mengenakkan atau berhadapan dengan orang yang berkelakuan buruk. Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda yang menguasai emosi dan perasaan Anda, bukan sebaliknya.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah cross culture. Jika Anda bekerja di mancanegara, organisasi multinasional atau dengan ekspatriat, pelajari dan sesuaikan diri Anda dengan etiket setempat. Persiapkan diri Anda dengan memahami DOs and DON'Ts seputar interaksi yang akan Anda lakukan. Hal ini meminimalkan terjadinya culture shock, kerikuhan bahkan mempermalukan Anda atau orang lain.
Nah, beretiket dalam interaksi dapat membantu Anda agar lebih dihormati, lebih percaya diri, serta membina hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan karyawan kantor lainnya.

STAR PRINCIPLE

 Bekerjalah karena Allah SWT, bukan karena pamrih kepada orang lain. Maka anda akan memiliki integritas yang tinggi , yang merupakan sumber kepercayaan dan keberhasilan.
 Jangan berprinsip kepada yang lain selain Allah.
Jangan berprinsip pada sesuatu yang labil dan tidak pasti seperti harta, nafsu hewani, kedudukan, penghargaan orang lain atau papun selain Allah SWT.
Hal ini akan membua mental anda labih siap menghadapi kemungkinan apapun yang terjadi pada diri anda.
 Lakukanlah segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya karena Allah SWT, dan ingatlah selalu Allah yang Maha Tinggi. Maka anda akan mendapatkan hasl yang jauh berbeda dan jauh lebih baik.
 Berpedomanlah selalu pada sifat-sifat AllahSWT, seperti ingin selalu maju ingin selalu adil, ingin selalu memberi kasih dan sayang, ingin selalu kreatif dan selalu berinovasi, berpikir jernih, mau belajar, ingin selalu bijaksana, dan ingin selalu memelihara.
 Bangun kepercayaan dari dalam diri, bukan karena penampilan fisik tetapi iman yang akan memancarkan charisma.
 Bangun motifasi anda karena anda adalah makhluk Allah SWT yang sempurna, dan anda adalah wakil Allah. Raihlah cita-cita dan harapan anda dengan kemauan yang kuat membara.

ANGEL PRINSIPLE

Apabila bekerja, kerjakanlah sesuatu dengan tulus, ikhlas dan jujur, seperti malaikat. Ingatlah bahwa anda bekerja karena Allah SWT bukan karena yang lain, jadikan ini ibadah kepada Allah SWT. Berprestasilah dengan setinggi-tingginya di setiap pekerjaan, karena Allah SWT melihat anda. Tidak perlu minta diawasi oleh orang lain, atau meminta penghargaan dari orang lain, biarlah Allah SWT yang menghargai, bukan mereka. Jangan setengah-setengah. Anda akan meraih kepercayaan! Ingat integritas adalah sumber persahabatan.


LEADERSHIP PRINCIPLE


 Berikanlah perhatian kepada semua orang dengan tulus agar anda dicintai, dan bina selalu tali hubungan persahabatan.
 Bantu orang lain dengan ikhlas, pelajari apa tangisan dan apa impian mereka, lalu bantulah mereka.
 Selalu mau mengajari dan mendidik orang lain yang membutuhkan bimbingan.
 Jagalah selalu sikap dan tingkah laku anda, karena hal ini bisa meningkatkan atau menurunkan kepercayaan , dan ini akan berpengaruh pada lingkungan anda.
 Jadilah pemimpin karena pengaruh anda, bukan karena hak anda
 Dengarlah selalu suara hati, pimpinan hati mereka bukan kepala mereka.

LEARNING PRINCIPLE

 Bacalah buku-buku, teruslah belajar, kalau anda malas membaca, cukup baca satu lembar saja perhari. Ingatlah bahwa membaca Koran atau majalah bukanlah dikatakan “membaca”, karena isinya banyak merupakan informasa atau gossip yang seringkali mempengaruhi pikiran.
 Baca selalu situasi lingkungan anda, pelajari dan analisa, ambil selalu hikmahnya, kemudian upayakan suatu langkah perbaikan dan penyempurnaan.
 Baca selalu situasi lingkungan anda, pelajari dan analisa, ambil selalu hikmahnya, kemudian upayakan suatu langkah perbaikan dan pentempurnaan.
 Bacalah Al-Qur’an dan Hadits, jangan hanya bunyinya saja, ambil makna dan inti sarinya.
 Apabila anda sedang bingung untuk menfambil keputusan, carilah petunjuk di Al-Qur’an dan Hadits, Insya Allah anda akan melihat jawaban dari setiap masalah yang anda hadapi.
 Baca lingkungan dan situasi, bandingkan dengan ilmu Islam yang anda miliki, nilailah dengan jernih, ambil filosofinya dan jadikan sebagai pelajaran yang berharga.




VISION PRINCIPLE

 Memiliki tujuan dan misi jangka pendek dan jangka panjang.
 Bedakan mana pekerjaan penting dan mana mana yang tidak penting!
 Tentukan mana yang harus diprioritaskan.
Ingat orang sibuk ada dua jenis, sibuk mencapai tujuan dan sibuk mengisi waktu.
 Mulailah bekerja dengan do’a dan target yang jelas.
 Buat rencana kerja untuk esok hari pada sore atau malam hari.
 Evaloasi setiap pekerjaan yang dilakukan hari ini pada sore atau malam hari.
 Tuliskan pada buku harian anda.
 Buat target kerja tahunan, bulanan, mingguan, dan harian.
 Laksanakanlah dengan penuh konsisten.

WELL ORGANIZED PRINCIPLE

 Buat semuanya serba teratur dalam suatu sistim.
 Tentukan rencana atau tujuan anda secara jelas.
 Bagaimana organisasinya, dan factor-faktor pendukung lainnya. Jadikan dalam satu kesatuan yang harus di bangun dan dipelihara.
 Bagaimana sistim motifasinya, agar semuanya bergerak sesuai dengan harapan?
 Bagaimana sistim pengawasan dan kontrolnya agar sesuai dengan rencana?
 Laksanakanlah dengan sangat disiplin, karena kesadaram diri, bukan karena orang lain.

INI BUAH PIKIRAN YANG TERINSPIRASI KETIKA NAFAS TERUS BERHEMBUS DAN SUARA HATI TERUS MELAFAZKAN KEBESARAN-MU TUHAN

ISHAK RANI

Dalam sebuah novel yang berjudul “ Mimpi – Mimpi Einstein”, Einstein menjelaskam bahwa Tubuh Manusia itu adalah sebuah waktu yang diperintah oleh saraf impuls kita dan terbangun atas cairan kimia yang bercampur dan jaringan sel yang mendapat informasi dari impuls saraf.
Sehungan dengan kecerdasan seseorang, kalau dikaitkan dengan penjelasan menurut Enstein ! maka dapat digambarkan bahwa setiap orang dapat melakukan apa saja sampai menjadi suatu kebiasaan tergantung mana yang disenangi, dan kemudian dikategorikannya sebagai Kecerdasan.
Dalam perkembangannya konsep kecerdasanpun mulai dipelajari oleh para intelektual dan diterbitkanlah buku-buku ang menjelaskan tentang kecerdasan manusia, yang antara lain:

1. Kecerdasan Spasial/Visual
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melihat ruang disekitar. Mengenai kecerdasan ini aku sendiri agak kurang paham, tetapi aku pernah mengalaminya. Ketika suatu saat saya membersihkan kamar tidur dan saat itu timbullah niat saya untuk mengecatnya kembali, mungkin sekitar 9 jam saya berfikir untuk memilih warna cat apa yang paling cocok. Kemudian keesokan harinya saya mulai mengecat dengan warna biru hawai. Setelah pekerjaan itu selesai saya merasa senang dan bangga dengan warna itu, selain itu hampir setiap hari saya mendapat penilaian baik dari teman-teman yang hendak masuk dikamarku dan mengatakan bahwa saya memilih warna cat yang paling bagus, bukan hanya itu bahkan ada teman yang langsung pergi membeli cat dengan warna yang sama seperti yang saya pilih.

2. Kecerdasan Linguistik/Verbal
Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan seseorang untuk melihat maupun berkata-kata. “Kecerdasan ini sering selalu say amengalaminya hampir setiap saat dimana pun berada, namun yang paling saya rasakan dan menjadi kebanggaan dalam beberapa pengalaman yaitu saat saya dipercayakan menjadi ketua Osis saat SMU, pernah juara 2 pada Lomba Pidato tingkat SMU, menjadi KORLAP dalam demonstrasi Mahasiswa, bersama beberapa teman malakukan audence dengan PANGDAM 7 WIRABUANA Daerah Militer SUL SEL, saat dipercayakan dari MISEKTA bertemu dengan Bapak Menteri Pertanian Bungaran Saragih dan bapak/ ibu DIRJEN di kantor Menteri Pertanian RI, MENKOKESRA Bapak Yusuf Kalla dan masih banyak. Pada waktu-waktu itu tanpa saa sadari bahwa saya telahmengolah dan menggunakan kata-kata. Seperti itukah kecerdasan Linguistk !??????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

3. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan untuk nerinteraksi dengan orang lain. “Prinsip saya bahwa detiap kita mempunyai kelebihan dan kekurangan yang beda, oleh karena itu kita saling membutuhkan satu sama lain.Berinterakdi adalah proses untuk itu, namun tak bisa dipungkiri bahwa saat itu kita mempunyai kepentingan baik sama tujuan maupun berbeda-beda. Sebagai pegalaman waktu saya KKN di Desa Cabbeng, Kec. Dua Boccoe, Kab. Banteng. Saat itu mulai pertama tiba dan survei kami lagsung berusaha untuk mengenal lingkungan dan masyarakat setempat dengan menampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. Hari berjalan terus tanpa terasa, kami dan masyarakat semakin akrab seakan keluarga sendiri, dan yang paling terharu saat acara malam perpisahan suasana di desa seakan tidak ingin merelakan perpisahan, malam itu semua masarakat berkumpul dan hanya terdengar suara tangis dan terlihat tetesan air mata di pipi-pipi. Inikah akhir dari sebuah kebersamaan ....? Hanya waktu…..…..

4. Kecerdasan Naturalistik
Kecerdasan Naturalistisk adalah kemampuan untuk mengidentifikasi peoses alam. ”Menurut Saya kecerdasan ini merupakan suatu jimat kehidupan untuk terus bisa bangkit dalam menjalani hidup dibumi ini. Tanpa kecerdasan ini kita sebenarnya bodoh karena kita sendiri tidak mengetahui dimana kita berada, apalagi yang berhubungan dengan hukum alam yang sudah tentu kita harus jalani persaingan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Bukan ratina bahwa kita harus bertuhan atas alam !

5. Kecerdasan Interpersonal.
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk mengenal diri sendiri. “Pada prinsipnya bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan kekurangan masing-masing dalam konteks kesadaran diri, sehingga orang mampu menempatkan dirinya dimanapun keberadaannya, dalam kondisi apapun. Misalkan ketika saya berhadapan dengan seorang pejabat Negara, berhadapan dengan seorang guru, di depan orangtua, ataupun ketika berada ditengah-tengah pergaulan ang semakin tidak jelas.Kemudian kita harus sadar bahwa kita mempunyai kemampuan untuk meraih suatu penghargaan sama seperti yang dia peroleh, atau dengan kata lain *Dia bisa Kenapa saya tidak bisa !?

INI BUAH PIKIRAN YANG TERINSPIRASI KETIKA NAFAS TERUS BERHEMBUS DAN SUARA HATI TERUS MELAFAZKAN KEBESARAN-MU TUHAN

ISHAK RANI

Dalam sebuah novel yang berjudul “ Mimpi – Mimpi Einstein”, Einstein menjelaskam bahwa Tubuh Manusia itu adalah sebuah waktu yang diperintah oleh saraf impuls kita dan terbangun atas cairan kimia yang bercampur dan jaringan sel yang mendapat informasi dari impuls saraf.
Sehungan dengan kecerdasan seseorang, kalau dikaitkan dengan penjelasan menurut Enstein ! maka dapat digambarkan bahwa setiap orang dapat melakukan apa saja sampai menjadi suatu kebiasaan tergantung mana yang disenangi, dan kemudian dikategorikannya sebagai Kecerdasan.
Dalam perkembangannya konsep kecerdasanpun mulai dipelajari oleh para intelektual dan diterbitkanlah buku-buku ang menjelaskan tentang kecerdasan manusia, yang antara lain:

1. Kecerdasan Spasial/Visual
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melihat ruang disekitar. Mengenai kecerdasan ini aku sendiri agak kurang paham, tetapi aku pernah mengalaminya. Ketika suatu saat saya membersihkan kamar tidur dan saat itu timbullah niat saya untuk mengecatnya kembali, mungkin sekitar 9 jam saya berfikir untuk memilih warna cat apa yang paling cocok. Kemudian keesokan harinya saya mulai mengecat dengan warna biru hawai. Setelah pekerjaan itu selesai saya merasa senang dan bangga dengan warna itu, selain itu hampir setiap hari saya mendapat penilaian baik dari teman-teman yang hendak masuk dikamarku dan mengatakan bahwa saya memilih warna cat yang paling bagus, bukan hanya itu bahkan ada teman yang langsung pergi membeli cat dengan warna yang sama seperti yang saya pilih.

2. Kecerdasan Linguistik/Verbal
Kecerdasan ini menjelaskan tentang kemampuan seseorang untuk melihat maupun berkata-kata. “Kecerdasan ini sering selalu say amengalaminya hampir setiap saat dimana pun berada, namun yang paling saya rasakan dan menjadi kebanggaan dalam beberapa pengalaman yaitu saat saya dipercayakan menjadi ketua Osis saat SMU, pernah juara 2 pada Lomba Pidato tingkat SMU, menjadi KORLAP dalam demonstrasi Mahasiswa, bersama beberapa teman malakukan audence dengan PANGDAM 7 WIRABUANA Daerah Militer SUL SEL, saat dipercayakan dari MISEKTA bertemu dengan Bapak Menteri Pertanian Bungaran Saragih dan bapak/ ibu DIRJEN di kantor Menteri Pertanian RI, MENKOKESRA Bapak Yusuf Kalla dan masih banyak. Pada waktu-waktu itu tanpa saa sadari bahwa saya telahmengolah dan menggunakan kata-kata. Seperti itukah kecerdasan Linguistk !??????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1

3. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan untuk nerinteraksi dengan orang lain. “Prinsip saya bahwa detiap kita mempunyai kelebihan dan kekurangan yang beda, oleh karena itu kita saling membutuhkan satu sama lain.Berinterakdi adalah proses untuk itu, namun tak bisa dipungkiri bahwa saat itu kita mempunyai kepentingan baik sama tujuan maupun berbeda-beda. Sebagai pegalaman waktu saya KKN di Desa Cabbeng, Kec. Dua Boccoe, Kab. Banteng. Saat itu mulai pertama tiba dan survei kami lagsung berusaha untuk mengenal lingkungan dan masyarakat setempat dengan menampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. Hari berjalan terus tanpa terasa, kami dan masyarakat semakin akrab seakan keluarga sendiri, dan yang paling terharu saat acara malam perpisahan suasana di desa seakan tidak ingin merelakan perpisahan, malam itu semua masarakat berkumpul dan hanya terdengar suara tangis dan terlihat tetesan air mata di pipi-pipi. Inikah akhir dari sebuah kebersamaan ....? Hanya waktu…..…..

4. Kecerdasan Naturalistik
Kecerdasan Naturalistisk adalah kemampuan untuk mengidentifikasi peoses alam. ”Menurut Saya kecerdasan ini merupakan suatu jimat kehidupan untuk terus bisa bangkit dalam menjalani hidup dibumi ini. Tanpa kecerdasan ini kita sebenarnya bodoh karena kita sendiri tidak mengetahui dimana kita berada, apalagi yang berhubungan dengan hukum alam yang sudah tentu kita harus jalani persaingan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Bukan ratina bahwa kita harus bertuhan atas alam !

5. Kecerdasan Interpersonal.
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk mengenal diri sendiri. “Pada prinsipnya bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan kekurangan masing-masing dalam konteks kesadaran diri, sehingga orang mampu menempatkan dirinya dimanapun keberadaannya, dalam kondisi apapun. Misalkan ketika saya berhadapan dengan seorang pejabat Negara, berhadapan dengan seorang guru, di depan orangtua, ataupun ketika berada ditengah-tengah pergaulan ang semakin tidak jelas.Kemudian kita harus sadar bahwa kita mempunyai kemampuan untuk meraih suatu penghargaan sama seperti yang dia peroleh, atau dengan kata lain *Dia bisa Kenapa saya tidak bisa !?

CINTA

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab
Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan
Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian
Mereka yang mencintai menyebutnya takdir

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik
Akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam

Jika kita kehilangan cinta maka pasti ada alasan di baliknya
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti

Namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu
Ia telah siap memberi yang lebih baik

Mengapa menunggu?
Karena kita tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa
Karena kita tidak ingin sembrono
Karena kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, dan tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu



Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dAhulu
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu
Jika ingin dicintai,
belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya..., lebih baik menunggu orang yang kita inginkan ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama
Dan penantian kita tidaklah sia-sia
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal [iman, keberanian, dan pengharapan-penantian] menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan

Pada akhirnya...
Tuhan dalam segala hikmat-Nya meminta kita
menunggu karena alasan yang penting.

Jangan pernah bosan menunggu untuk
menemukan CINTA yang kau mau!!

BUAH PADA POHON KEBERHASILAN ANDA

Pelajaran hidup seringkali sederhana, bahkan kita bisa berkaca pada kehidupan kanak-kanak kita sendiri. Pernahkah, di waktu kecil dulu, kita melihat pohon mangga berbuah lebat di pekarangan sebelah rumah? Biasanya kita tergerak untuk memanjat dan memetik beberapa butir untuk kita santap bersama rekan-rekan sepermainan. Atau, jika terlalu tinggi untuk dipanjat, kita kumpulkan kerikil dan ramai-ramai melempari buah-buah yang bergelantungan itu. Ketika masih kecil kita sudah tahu, kita takkan melemparkan sebuah kerikil pun pada pohon yang tak berbuah bukan?

Jika anda kini bagaikan sebuah pohon mangga yang berbuah lebat, dengan berbagai keberhasilan hidup, maka jangan salahkan orang lain yang ingin juga mencicipinya. Sebagian keberhasilan memang untuk dinikmati sendiri, namun
sebagian yang lain adalah untuk dibagi-bagikan. Maka sebelum pohon keberhasilan anda dilempari batu oleh anak-anak sebelah rumah, ada baiknya
anda menjadi tetangga yang baik, yang berkenan membagi buah-buah ranum anda sekedarnya. Apalagi jika ternyata beberapa daun kering pohon anda ternyata
turut mengotori halaman mereka.

BERSYUKUR

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.

Kata-Kata Di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita
sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang
besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.
Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?'' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik....
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ...

BELAJAR UNTUK TIDAK JADI ORANG BODOH

Oleh: Drs Lukman S Sriamin *

Masih terngiang kata-kata yang sering diucapkan Pak Slamet Iman Santoso, psikolog pertama di Indonesia, yang menyatakan, aja dadi wong bodo karena nanti akan diapusi wong pinter. (Jangan jadi orang bodoh, karena nanti akan dibohongi orang pintar). Ringkas kata-kata yang disampaikan dan hampir pada setiap kesempatan saat beliau memberikan kuliah atau berbicara di hadapan orang banyak, hal itu akan diungkapkannya.

Dari sekian banyak murid-murid beliau, terutama yang pernah jadi pejabat di pemerintah, entah ada berapa orang yang masih mau meneruskan apa yang dipesankan Pak Slamet itu.

Memang kalau kita pikir lebih jauh, jadi orang bodoh memang akan banyak dimanipulasi orang pintar, dan untuk menjadi orang pintar tidak perlu harus jadi orang kaya terlebih dulu sebab banyak juga orang kaya yang sebenarnya bodoh.

Andai mau kaya dahulu baru pintar, mungkin umur kita tidak cukup mencapai hal itu; apakah tidak sebaiknya kita, apa pun status sosial kita saat ini, berusahalah jadi orang pintar. Jangan mau jadi orang bodoh. Pakai akal, jangan pakai otot terus-terusan atau mudah diprovokasi untuk keuntungan sekelompok/segelintir orang yang akan bahagia kalau dunia sekelilingnya tidak tenteram, tidak gemah ripah loh jinawi, tidak damai, apalagi sejahtera.

Kunci tunggalnya adalah belajar, belajar untuk menjadi lebih pintar. Jangan mengharapkan ikan semata-mata, tetapi carilah kail untuk mendapatkan ikan lebih banyak.

Menurut Gordon Dryden dan Dr Jeannette Vos, terdapat beberapa langkah mudah menuju proses belajar yang lebih baik, yang dapat dilakukan siapa saja, yaitu sebagai berikut.

1. Ambil Pelajaran dari Dunia Olahraga
Para olahragawan rata-rata memiliki mimpi yang sepertinya mustahil untuk dicapai. Bagaimana dapat menempuh lari 100 meter di bawah 8 detik, bagaimana memecahkan rekor golf dengan nilai dari 100 ke 90 atau ke 80. Untuk mencapai hal seperti itu, satukanlah kekuatan yang ada: pikiran, tubuh, dan tindakan. Olahraga adalah kegiatan nyata. Tidak dapat dicapai atau melahirkan sesuatu hanya dengan membaca saja atau melihat.

Kita tidak dapat menjadi pengemudi hanya dengan membaca buku, tetapi kita harus benar-benar duduk di balik kemudi dan melakukan sebagaimana yang diajarkan dari buku dan tentu saja seorang pelatih yang kita percaya.

2. Berani Bermimpi
Apakah sebenarnya yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita yakini betul-betul dan kita gunakan logika pikir kita? Semua pasti dapat dilakukan dan dicapai, bermimpilah bahwa sesuatu yang kita yakini akan menjadi kenyataan. Mau jadi apa sih kita?

Pengemudi metromini yang profesional? Menjadi panutan yang dapat membawa perbaikan hidup masyarakat sekitar? Menjadi pedagang kaki lima yang tahu aturan? Menjadi petugas tramtib yang profesional? Mau menjadi polisi atau tentara yang profesionalkah? Terimalah suatu tantangan besar: berani membayangkan apa yang ingin kita raih.

3. Tentukan Tujuan Secara Spesifik/Khusus, Realistis, dan Tentukan Batas Waktunya.
Awalnya tanyakan pada diri sendiri, apa sih yang saya maui? Mengapa hal itu saya maui dan bagaimana saya dapat mempelajarinya? Apa saja yang perlu saya ketahui dan kuasai agar hal itu dapat dicapai? Kita akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila memiliki tujuan tertentu. Jika sudah kita lakukan, bagi-bagilah tujuan tersebut menjadi langkah-langkah kecil yang mudah untuk dilakukan. Yang juga penting, tentukanlah tenggat waktu yang realistis untuk setiap langkah sehingga kita dapat memprediksi keberhasilan kita.

4. Dapatkan Segera Pemandu yang Antusias
Apa yang kita pelajari sesungguhnya bukan hal yang baru dan banyak juga orang lain yang juga sudah berusaha melakukannya. Kita tidak mungkin mendapatkan sesuatu tanpa orang lain, kita perlu orang lain untuk kita mintai pendapat atau nasihatnya. Akan jauh lebih baik lagi kalau kita dan dia bisa bertukar keterampilan, saling mengisi.

5. Peroleh Gambaran yang Menyeluruh
Tanya dan temukan gambaran besar sesuatu sebelum mempelajari yang kecil-kecil. Ingat puzzle? Berapa pun potongan yang harus kita susun, akan lebih mudah kalau kita melihat terlebih dulu gambaran keseluruhan yang terdapat di kemasannya. Bayangkan, kalau kita harus menyusun dari lebih 10.000 potong tanpa tahu gambaran keseluruhannya. Mungkin juga tidak akan ada yang mau membeli puzzle tersebut bilamana tidak dijumpai gambaran keseluruhannya dalam kemasannya.

6. Banyak dan Beranilah Bertanya
Jangan pernah takut bertanya karena tanpa kita bertanya, apa yang kita pikir belum tentu sama dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Kesalahpahaman sering muncul karena kita tidak mengajukan pertanyaan. Jadikanlah bertanya menjadi salah satu bagian dari hidup kita.

Contohlah pencari berita untuk majalah, koran, radio, TV. Mereka mendapatkan berita karena banyak bertanya dengan menghubungi sumbernya. Mengapa hal yang sama tidak kita lakukan untuk mendapatkan sesuatu jawaban atas hal yang kita tanya?

7. Banyaklah Membaca
Membaca hampir seiring seirama dengan bertanya. Berbahagialah mereka yang dapat membaca, bahkan orang buta pun berkeras untuk dapat membaca dengan mempelajari huruf Braille agar mereka dapat membaca dan mengetahui perkembangan pengetahuan yang terjadi di sekitar mereka.

Sayang sekali kalau kita-kita sebagai orang yang melek huruf, melek mata, akan tetapi tidak pernah mau membaca, padahal di sekitar kita bertebaran aneka ragam bahan bacaan.

Cari bahan bacaan yang menambah pengetahuan dan menambah wawasan pikir kita. Paling tidak, hal itu dapat kita peroleh dengan membaca koran yang lebih banyak mengabarkan pemberitaan yang berkualitas daripada yang hanya mengembus-embuskan berita yang hanya tertuju pada lakunya penjualan koran tersebut.

Kalau memiliki cukup dana, cobalah membaca buku yang bermutu. Tidak perlu harus buku baru, buku bekas pun masih banyak manfaatnya atau jadilah anggota perpustakaan yang ada di wilayah sekitar kita.

8. Belajar Melalui Praktek
Belajar biasanya tidak efektif jika memisahkan antara teori dan praktek. Kalau kita belajar bahasa asing, cobalah menggambarkan materi yang sedang kita pelajari. Kalau kita belajar membuat nasi goreng, lakukanlah dengan membuat nasi goreng.

Kalau belajar naik sepeda, cari sepeda dan praktekkan naik sepeda. Belajar menggunakan komputer, ya duduklah di depan komputer dan praktekkan apa yang kita pelajari.

9. Berlatih, Berlatih, dan Berlatihlah
Berhasil naik sepedanya? Berhasil menggunakan komputer? Berhasil belajar membuat nasi gorengnya? Bayi dapat berjalan lancar lalu lari cepat, asalnya juga dari berlatih dan berlatih.

Olahragawan bisa mendapatkan medali mengungguli lawan-lawannya juga hasil dari berlatih dan berlatih. Kita berhasil menahan emosi kita, juga berkat latihan-latihan yang kita lakukan. Kita bisa karena biasa.

10. Tinjau Ulang dan Renungkan
Pernah gagal? Pernah tidak berhasil? Itu bagian dari hidup, jadi tak perlu khawatir. Khawatirlah kalau ternyata tidak ada usaha untuk memperbaikinya, lalu menyerah. Kegagalan adalah cambuk untuk maju.

Lakukanlah introspeksi, renungkan apa saja yang telah kita lakukan. Minta pendapat dari orang lain yang kita pikir dapat kita mintai nasihat; baik secara kawan maupun secara profesional.

11. Nikmati Berbagai Permainan
Belajar akan terasa nikmatnya kalau kita melakukannya dengan gembira. Coba saja saat kita sedang cemberut, sedang gundah gulana berlinang air mata, lantas belajar memasak nasi goreng, misalnya. Bandingkan kita belajar hal yang sama, tetapi dalam kondisi yang menyenangkan, gembira, dan ceria.

Manakah yang paling memberikan hasil yang prima? Cobalah juga belajar sesuatu dengan cara seperti mengikuti kuis Tak Tik Boom atau Siapa Berani.

12. Ajarilah Orang Lain
Bagian dari berlatih bisa juga dilakukan dengan menularkan apa saja yang telah kita peroleh kepada orang lain. Apalagi pada masa seperti sekarang ini, ketika kita mesti berlomba dengan waktu untuk membantu memberdayakan setiap orang yang ada di sekitar kita. Terlebih karena kita sudah di ambang pintu berlakunya AFTA tahun 2003, yang berarti tinggal 11 (sebelas !!!) bulan lagi.

Nanti kita akan jumpai antara lain seluruh pelajar ASEAN bisa belajar di berbagai universitas di kelima negara ASEAN dan memilih sekehendak hati mereka, sulitnya lapangan pekerjaan bagi para sarjana baru yang tidak memiliki kualifikasi yang cukup karena mereka harus bersaing dengan sarjana-sarjana dari negara ASEAN lainnya.

Lapangan pekerjaan yang melimpah ruah bagi orang-orang yang memiliki kualifikasi dan kemampuan kerja tinggi, mampu berkomunikasi secara internasional, dan mempunyai wawasan luas, munculnya pasar ASEAN yang luas untuk profesional-profesional, teknisi-teknisi dan pekerja-pekerja yang terampil yang datangnya dari negara-negara ASEAN, banjir tenaga kerja Malaysia di Indonesia, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan bahasa Inggris dan keterampilan khusus.

Lingkungan pekerjaan berbahasa Inggris akan lebih dominan dibanding dengan berbahasa Indonesia, kematian bagi orang-orang yang buta komputer atau buta berbahasa Inggris. Kematian dalam arti tidak bisa berkembang. Saat itu buta komputer hampir identik dengan buta huruf.

Jadi, kalau kita punya sesuatu yang kita bisa share ke orang lain, mengapa tidak kita lakukan sekarang saja? Kalau kita membuat orang lain pintar, tidak perlu khawatir kita akan menjadi bodoh karena kalau orang lain pintar, kita dapat belajar lebih banyak lagi.

Sisanya berpulang kembali kepada diri masing-masing, apakah memang mau tetap bodoh atau mau jadi pintar? Mau terus dibohongi orang pintar atau tidak? Awal tahun 1970, banyak guru kita yang tergolong bermutu hijrah ke negeri jiran. Hasilnya boleh dikatakan fantastis karena hasil didikan mereka jauh lebih maju dari hasil didikan yang ada di negeri kita ini.

Negara merasakan hasilnya; mereka bahkan mungkin sebentar lagi akan datang ke mari untuk mengajari kita bagaimana menjadi orang pintar. Dalam dunia ajar-mengajar, kita jelas sangat tertinggal jauh. Apalagi sepertinya kita sekarang ini lebih suka bertengkar daripada bergandeng tangan, bahu-membahu mengatasi segala kesulitan. Pesan Pak Slamet Iman Santoso mungkin akan hilang sirna terbawa angin lalu.

(Sumber dari Gordon Dryden dan Dr Jeannette Vos, "The Learning Revolution," June 2001)

* Penulis psikolog (Suara Pembaruan 270102)

Bagaimana Mengembangkan Sifat-sifat Manajerial

Manajer yang kompeten sangat langka. Oleh karena itu, organisasi perlu mengantisipasi ketersediaan manajer sejalan dengan perkembangan organisasi. Pelatihan manajemen tidak semudah pelatihan teknis atau akuntansi ; hal ini merupakan proses yang kompleks.

Berikut beberapa kajian mengenai hal di atas.

Eksekutif diberi pelatihan dan keberhasilannya diukur dengan apa yang disebut dengan standar sehingga tidak ada perubahan yang berarti di performa kualitasnya. Pengembangan manajemen seharusnya seperti agrikultur yang dapat berkembang sendiri. Pengembangan harus mencakup pandangannya, pikirannya, visinya, dan perilakunya. Perubahan-perubahan di atas tidak dapat dipaksakan. Organisasi menyediakan lingkungan, infrastruktur dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk pengembangan.

Dalam banyak kasus, lahannya tidak subur – terlalu kering untuk dikembangkan. Pada prinsipnya setiap individu mencari pengembangan, tantangan baru yang memberikan perubahan yang signifikan untuk promosi. Dalam beberapa organisasi, beberapa karyawan cenderung statis dan berlari di tempat.

Dalam organisasi yang terpusat, karyawan wajib menaati aturan, regulasi dan prosedur. Di sana kemungkinannya kecil sekali untuk pengembangan pribadi. Sebaliknya, di dalam organisasi yang menganut desentralisasi, setiap karyawan mendapat kesempatan untuk mempunyai keputusannya sendiri. Mereka belajar bagaimana mengambil keputusan dan bertanggung jawab, sehingga belajar dan berkembang. Beberapa organisasi melakukan rotasi jabatan secara berkala dan pemangku jabatan harus siap meninggalkan posisinya bila manajemen menghendaki.

Pengembangan manajemen memiliki beberapa aspek. Manajer wajib:
1. mempunyai pengertian yang komprehensif tentang sosial, ekonomi dan perubahan teknologi. Hal ini dapat dicapai melalui kebiasaan berpandangan ke luar dibanding dengan kebiasaan berpandangan ke dalam.
2. memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dengan benar. Kualitas ini dapat dicapai melalui analisa masalah, mengembangkan rencana dan studi kelayakan.
3. memiliki keberanian untuk bersaing.
Tidak ada organisasi yang bebas dari masalah, tidak ada pemimpin yang melarang karyawannya untuk berkembang. Rahasia dari pengembangan eksekutif terletak pada pengambilan inisiatif dan melakukan sesuatu yang tidak mungkin meskipun beresiko.


Bagaimana Membangun Nilai Kekaryawanan Anda?

Bagi karyawan apa pun posisinya, mereka mempunyai resiko kehilangan pekerjaannya bila tidak mengikuti trend dan tidak mempertimbangkan investasi pribadi untuk mengikuti perubahan di kantor.

Supaya Anda selalu dibutuhkan:
• Staf di kantor perlu memiliki keahlian presentasi, menangani komunikasi yang kompleks, memerlukan pemikiran strategis dan bekerja secara efisien.
• Bila Anda manajer madya, Anda perlu memiliki lebih banyak pengetahuan dan keahlian manajemen kantor untuk berhadapan dengan situasi yang tidak menentu seperti ketidakstabilan politik dan ekonomi. Kemungkinan mogok kerja yang diakibatkan peningkatan permintaan karyawan sehingga terjadi keterlambatan pendistribusian barang dan jasa.
• Bila Anda wirausahawan – Anda akan kehilangan uang Anda. Bila Anda karyawan, karir Anda akan beresiko.
• Bila Anda manajer, Anda harus siap dengan situasi yang tidak menentu baik dari dalam maupun dari luar organisasi. Bersiaplah menangani issue dan manajemen krisis.
Reputasi organisasi nomor satu, tetapi integritas pribadi merupakan hal yang dominan. Anda dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi hanya karena Anda tidak menaruh perhatian pada “personal enterprise” Anda – Nilai kekaryawanan Anda.

Saat ini karir merupakan hal yang menakutkan, seperti permainan dengan gerakan dan aturan yang tidak menentu, kadang-kadang menukik dan memutar. Kesalahan dapat berakibat fatal : Karir Anda tamat.

Bila Anda belum siap untuk meninggalkan pekerjaan Anda tiga tahun mendatang, Anda perlu belajar mengenai tip-tip dari C.D. Peterson dalam bukunya Staying in Demand, mengenai bagaimana meningkatkan investasi pribadi Anda.
• Berjanji pada diri sendiri untuk tidak pernah berhenti belajar dan mengikuti training.
• Evaluasi posisi apa Anda sekarang dan seharusnya apa nilai kekaryawanan Anda.
• Putuskan strategi investasi pribadi Anda.
• Pilihlah untuk menjadi ahli dalam satu bidang atau menjadi generalis.
• Ciptakan keseimbangan antara keahlian dan fleksibilitas.
• Bila Anda memilih generalis, tetaplah fleksibel. Bila Anda memilih menjadi ahli, fokuslah secara total.
• Selalu siap untuk mengkaji ulang keahlian Anda untuk adaptasi ke pasar.
• Kembangkan keahlian keras dan lunak. Keahlian keras seperti bahasa, ilmu pengetahuan alam dan matematika, teknik kuantitatif, analisa statistika, pengetahuan komputer. Sedangkan keahlian lunak adalah kepemimpinan, keahlian komunikasi, kerjasama, keahlian pengambilan keputusan, pengumpulan data, dan harus mempunyai kemampuan dalam banyak hal.

Bagaimana Berinisiatif dan Mengelola Perubahan (Bagian 1)

Ini tantangan saya kepada Anda. Coba Anda mengirim kartu ucapan Selamat Natal atau Idul Fitri kepada teman-teman dan relasi bisnis dengan mempergunakan daftar alamat tahun lalu. Dapat dibayangkan berapa banyak yang dikembalikan karena teman Anda telah berhenti, pindah, menikah, bercerai, meninggal dan sebagainya. Orang-orang berubah. Apakah Anda suka atau tidak, perubahan adalah bagian dari kehidupan.

Mengapa banyak orang sukar untuk melakukan perubahan? Bahkan banyak orang merasa sukar untuk menerima bahwa mereka harus berubah.

Ada beberapa alasan mengapa orang sukar untuk berubah:
1. Mereka sudah lama tidak berubah, maka mereka kurang fleksibel dan gesit untuk berubah.
2. Mereka merasa sukar untuk mengubah kebiasaan mereka atau mungkin mereka malas untuk mengubah kebiasaan lama mereka.
3. Mereka tidak merasa perlu melakukan perubahan.
4. Mereka takut. Orang-orang tidak takut melakukan perubahan tapi mereka takut mengalami kegagalan jika mereka mencoba sesuatu yang baru atau berbeda. Lebih tepat, orang-orang takut akan akibat dari kegagalan seperti malu, ditertawakan, ditegur, diketahui kelemahan dll.
5. Mereka terlalu angkuh mengakui bahwa ada cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu dan cara mereka telah ketinggalan jaman.
6. Mereka merasa kompeten dan senang dengan apa yang mereka lakukan sekarang.
7. Mereka curiga maksud dari pemrakarsa mengadakan perubahan.
Seorang manajer yang mencoba melakukan perubahan harus memperhatikan faktor-faktor di atas dan harus mengindentifikasikan alasan-alasan terhadap penolakan, sehingga penerapan perubahan dapat dilakukan secara efektif dan berhasil.

Keluar dari Comfort Zone, Masuk ke Danger Zone!

Merupakan sifat manusia menjaga kondisi aman dan senang dan menghindari risiko. Itulah sebabnya mengapa banyak dari kita tetap pada lingkungan yang aman. Kita senang berada pada lingkungan yang senang karena:
• Kita mengenal lingkungan sekitar kita dimana segala sesuatu dapat diprediksi (tidak ada kejutan)
• Kita merasa kompeten apa yang kita lakukan, sehingga kita merasa yakin dan kemungkinan besar untuk sukses dan kecil kemungkinan untuk gagal (risiko kecil).
• Karena alasan di atas maka kita lebih senang berada di Comfort Zone.
Ketika Anda menyuruh seorang untuk berubah, Anda sebenarnya menyuruh orang itu pergi dari Comfort Zone dan mencoba melakukan sesuatu yang baru, asing dan belum terbukti. Dengan kata lain masuk ke daerah baru yang disebut Danger Zone. Pada Danger Zone seseorang berada pada daerah baru dimana kompetensi belum terbukti sehingga dia tidak yakin akan berhasil dan besar risikonya.
Merupakan sifat manusia mencari aman dan menghindar risiko! Ketika Anda meminta seseorang untuk berubah berarti Anda meminta orang tersebut melakukan hal yang berlawanan. Maka itu sangat sulit untuk meminta seseorang untuk berubah.
Pada artikel saya yang akan datang, saya akan menyampaikan beberapa kiat bagaimana mengajak seorang untuk keluar dari Comfort Zone dan masuk ke dalam Danger Zone.

Kesimpulan
Perubahan tidak dapat dihindarkan. Banyak orang menolak melakukan perubahan. Mengapa? Karena konsep dari Comfort Zone dan Danger Zone. Perubahan berarti keluar dari Comfort Zone dan masuk ke dalam Danger Zone. Merupakan sifat manusia mencari aman dan menghindari bahaya, maka menyuruh seseorang berubah itu bertentangan dengan sifat manusia.

Jumat, 29 Mei 2009

Bagaimana Berhadapan dengan Audience yang Sulit?

ASRUL MAPPIWALI

Berhadapan dengan orang yang berbeda merupakan seni, berhadapan dengan audience sulit merupakan tantangan nyata. Sebelum melakukan presentasi, Anda perlu mengetahui bagaimana mengatasi audience. Cobalah memahami tipe audience Anda dan gunakan tip berikut ini:
• Tipe positif – tipe ini merupakan penolong dalam diskusi Anda. Manfaatkan mereka sesering mungkin.
• Tipe banyak bicara – bertindak bijaksana menghalangi dan batasi waktu bicara.
• Tipe keras hati – hindari jebakan, jangan pernah adu argumentasi. Tanggapi secara bijaksana.
• Tipe arogan – biarkan audience berhadapan dengan teori dan pandangannya. Pelajari dan jawab pertanyaannya secara sopan.
• Tipe tidak kooperatif – hargai pengetahuan dan pengalamannya. Manfaatkan bila memungkinkan.
• Tipe intelektual superior – dengar dan pertimbangkan, tapi jangan mengkritik. Gunakan teknik “Ya tetapi”.
Anda dapat menjadi pembicara yang efektif bila Anda memperhatikan: penampilan, posisi tubuh, kontak mata dan ekspresi wajah karena para ahli berkata bahwa kita memperoleh informasi melalui pandangan (87%), mendengar (7%), penciuman (3,5%), rabaan (1,5%) dan rasa (1%).

ATURAN SEDERHANA TENTANG KEBAHAGIAAN

ASRUL MAPPIWALI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu, sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumurdan melarikan diri
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah

Apakah Anda Ingin Berubah?

Asrul Mappiwali

Ikutilah langkah di bawah ini:
• Tingkatkan Kesadaran Diri Anda. Keluarlah dari kegiatan rutin sejenak. Lihat sekeliling Anda dan perhatikan situasi yang terjadi sekitar Anda, bacaan Anda, teman-teman Anda, rekan sekerja Anda , pesaing Anda. Temukan diri Anda sendiri. Di mana saya sekarang? Apa yang saya inginkan untuk masa depan saya?
• Perluas Pengetahuan Anda . Beranikan diri Anda sendiri untuk bersikap positif, baca buku lebih banyak, majalah. Ikuti kursus, pengembangan diri, ikuti trend yang sedang berkembang.
• Tingkatkan Pemahaman Anda. Bergabunglah dengan organisasi, ikuti seminar dan diskusi.
• Usahakan untuk dapat merubah Persepsi Anda. Tentukan target Anda, tetapi bersikap rasional dan asertif.
• Yakinkan Diri Anda sendiri. Cari referensi dan mantapkan diri Anda untuk melangkah maju.
• Sesuaikan Sikap Anda . Tanyakan teman-teman Anda, sanak saudara apakah mereka melihat perubahan pada diri Anda.
• Langkah berikut : Ubahkan Perilaku Anda. Katakan “Tidak” kalau Anda tidak setuju. Jangan berpikir bahwa Anda dapat menyenangkan semua orang. Tetaplah pada tindakan Anda dengan sikap yang fleksibel/tidak kaku yang diterima oleh lingkungan Anda.

25 Kompetensi Emosional: Sudahkah Anda Miliki?

ASRUL MAPPIWALI

KOMPETENSI PERSONAL

A. Kepekaan Atas Diri Sendiri
• Kepekaan emosi: Mengenali emosi sendiri dan berbagai dampaknya.
• Penilaian diri secara akurat: Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri.
• Kepercayaan diri: Percaya akan kemampuan dan harga diri.
B. Kontrol Atas Diri Sendiri
• Kontrol diri: Mengatur dorongan yang mengganggu.
• Layak dipercaya: Menetapkan standar dari kejujuran dan kelemahan diri.
• Hati nurani: Bertanggung jawab terhadap kinerja diri sendiri.
• Penyesuaian: Fleksibel dalam menangani perubahan.
• Inovasi: Terbuka terhadap ide-ide baru.
C. Motivasi
• Motivasi berprestasi: Bekerja keras untuk meningkatkan/memenuhi standar yang terbaik.
• Komitmen: Menyelaraskan diri dengan tujuan kelompok dan organisasi.
• Inisiatif: Kesiapan untuk bertindak pada setiap kesempatan.
• Optimisme: Ketekunan dalam pencapaian tujuan.
KOMPETENSI INTERPERSONAL

A. Empati
• Mengerti orang lain: Mengenali perasaan dan sudut pandang orang lain, dan berusaha memahaminya.
• Mengembangkan orang lain: Mengenali apa yang diperlukan untuk pengembangan dan mendukung kemampuan mereka.
• Orientasi pelayanan: Antisipasi, pengenalan dan pertemuan kebutuhan pelanggan.
• Menghargai perbedaan: Membantu setiap kesempatan berkembang bagi setiap orang.
• Kesadaran politik: Membaca suasana terkini kelompok dan berkekuatan untuk menyatukannya.
B. Ketrampilan Sosial
• Pengaruh: Melakukan persuasi dan mempengaruhi orang lain.
• Komunikasi: Mendengar secara aktif dan menyampaikan pesan dengan jelas.
• Manajemen konflik: Negosiasi dan pemecahan ulang terhadap ketidaksetujuan.
• Kepemimpinan: Inspirasi, mengarahkan group dan orang.
• Agen Perubahan: Inisiator atau pengelola perubahan.
• Memeliharan hubungan: Memelihara hubungan yang harmonis.
• Kolaborasi dan kerjasama: Bekerja dengan pihak lain dan berbagi tujuan.
• Kerjasama tim: Menciptakan sinergi dan pencapaian tujuan bersama.
Jika Anda merasa bahwa belum seluruh kompetensi di atas Anda miliki, jangan berkecil hati. Berbeda dengan IQ, Kompetensi Emosional adalah sesuatu yang didapat melalui proses belajar. Karena itu, segeralah berlatih sejak sekarang agar Anda sukses dalam karir Anda. Selamat mencoba.

10 Prioritas Organisasi Personal

ASRUL MAPPIWALI

1. Tetapkan prioritas utama - tidak ada orang bijak yang membuang waktunya
untuk sesuatu yang tidak penting
2. Tulis prioritas-prioritas Anda di kalender - buat daftar prioritas di
kertas, dan kaji terus
3. Siap untuk kejadian yang mendadak - semakin banyak kita berinteraksi,
semakin banyak waktu yang kita butuhkan
4. Lakukan pekerjaan satu demi satu - hindari pekerjaan berlebih dan
tumpang tindih
5. Tata lingkungan kerja Anda - tata ruang kreatif dan administratif
6. Lakukan pekerjaan menurut suasana hati Anda - apakah Anda bersemangat
pada pagi hari? Pastikan sesuatu pada pagi hari
7. Cari hiburan untuk meringankan pekerjaan Anda dan pengembangan
pribadi - santai merupakan hal yang penting
8. Kembangkan sistem Anda - kembangkan infrastruktur: komputer, staf dan
lainnya
9. Alokasikan waktu secara efektif - buat daftar pekerjaan yang Anda harus
lakukan
10. Jadilah orang yang berorientasi pada hasil, bukan pada perbuatan - tidak
masalah sekeras apa Anda bekerja, bekerja secara smart membuahkan hasil yang
lebih baik dibanding kerja keras
- Usahakan sebaik mungkin untuk bekerja secara efektif pada 80% waktu yang
dialokasikan
- Usahakan sebaik mungkin untuk belajar sendiri dari 15% waktu yang
dialokasikan
- Gunakan waktu 5% saja untuk sesuatu pada saat suasana hati Anda tidak
baik.