Kamis, 20 Agustus 2009

Z-PLASTY

ASRUL MAPPIWALI
FK-UNHAS

PENDAHULUAN
Z-plasty merupakan teknik operasi plastik yang digunakan untuk memperbaiki fungsi normal dari luka dan tampilan kosmetiknya. Denonviliers, pada tahun1856 merupakan orang pertama yang memperkenalkan teknik Z-plasty sebagai suatu terapi operasi untuk ektropion pada kelopak mata bagian bawah. Referensi pertama untuk teknik ini dalam literatur Amerika diperkenalkan oleh McCurdy pada tahun 1913, sebagai terapi untuk kontraktur pada komisura oral. Limberg pada tahun 1929,memperkenalkan gambaran geometrik yang lebih mendetail.(1,2)
Z-plasty merupakan tipe transposisi dari suatu flap.Flap adalah pencangkokan jaringan kulit beserta jaringan lunak yang di bawahnya diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan vaskularisasi dengan tempat asalnya. Flap yang dipindahkan akan membentuk vaskularisasi baru di tempat resipien. Flap sering juga berupa muskulokutan, fasiokutan, bahkan dapat pula mengandung tulang. Berdasarkan vaskularisasinya, flap dibedakan menjadi dua macam, yaitu flap acak (random flap) yang mengandalkan kapiler pembuluh darah sekitarnya, dan flap bersumbu (axial flap) yang mengandung arteri nutrisi di dalamnya.(3,4)
Pada flap transposisi ini sumbu defek dan sumbu flap bersilang di suatu titik tumpu tempat flap dipindahkan. Sayatan Z-plasty dibuat dengan satu kaki tengah dan dua kaki lateral yang sama panjang dengan menggunakan sudut 60 ⁰. Z-plasty yang terdiri dari dua bentuk flap segitiga dengan luas yang sama kemudian ditransposisikan.(1,3,4,5,6,7)
Dengan menggunakan teknik Z-plasty akan membentuk garis luka yang lebih baik dengan tegangan kulit yang minimal. Luka kontraktur dapat diperbaiki dengan menggunakan teknik ini. Sikatrik kecil yang terlokalisir dapat diperbaiki dengan Z-plasty. Tetapi untuk luka yang lebih panjang, diperlukan beberapa Z-plasty yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk luka. Setelah flap dibuat dan ditransposisikan, maka setiap bentuk Z akan menambah panjang luka sekitar 25-30 % dan akan menjadikan bentuk luka menjadi kelihatan lebih baik.(2,8,9)





Tujuan dari penggunaan metode Z-plasty adalah :
1. Mengubah arah dari skar
2. Memotong garis skar untuk memutuskan garis tension
3. Memanjangkan skar untuk mengurangi tarikan skar. (8)

INDIKASI
Indikasi umum untuk Z-plasty yaitu untuk memperbaiki kontraktur bekas luka linear yang melewati lipatan fleksor. Beberapa indikasi lain dari teknik Z-plasty adalah :
1. Mencegah terjadinya kontraktur pada bekas luka linear, terutama jika luka tersebut melewati daerah permukaan estetik atau permukaan yang konkaf.
2. Mengubah panjang dan bekas luka (kontraktur akibat bekas luka pada bibir, kelopak mata atau leher).
3. Mengubah vektor bekas luka (reposisi bekas luka sepanjang sulkus nasolabial).
4. Reposisi jaringan (berguna pada defek trapdoor atau pin-cushion).
5. Menutup defek kutaneus
6. Transposisi jaringan sehat untuk menutupi fistula. (2)

KONTRAINDIKASI
Z-plasty memerlukan kulit yang tipis. Flap dengan banyak jaringan subkutaneus akan membatasi gerak rotasi flap, sehingga flap tersebut akan sulit untuk diposisikan. Faktor resiko yang mempengaruhi vaskularisasi di kulit seperti atherosclerosis, diabetes, merokok, penyakit kolagen vaskuler, dan antikoagulasi dapat mengurangi hasil yang diharapkan dari Z-plasty. Riwayat penyembuhan luka yang lama, hipertropik scarring, dan pembentukan keloid merupakan kontraindikasi dalam melakukan Z-plasty.(2,3)

TEKNIK OPERASI
Mekanisme operasi harus betul-betul dimengerti dengan jelas oleh para ahli bedah sebelum melakukan prosedurnya. Prosedur dan risiko serta keuntungan operasi terlebih dahulu harus dijelaskan kepada pasien melalui informed consent.
Langkah-langkah dasar dari Z-plasty antara lain : (1,5,7,11,12)
1. Daerah operasi harus didesinfeksi dengan menggunakan cairan antibakteri seperti betadine, kemudian lakukan sterile drapping

2. Dua garis digambarkan pada tiap ujung bekas luka linear, membentuk sudut 60⁰ terhadap bekas luka. Sudut dua garis harus menghasilkan sudut yang sama.

3. Berikan anestesi lokal atau regional

4. Insisi vertikal sepanjang garis dengan memakai pisau scalpel nomor 15

5. Lakukan penipisan kulit flap sampai jaringan lemak subkutaneus, menghasilkan dua segitiga flap dengan bentuk dan sisi yang sama. Sekitar jaringan subkutaneus yang dibebaskan (undermining) dengan adekuat untuk mencapai mobilisasi flap yang memadai.

6. Kedua flap kemudian ditransposisi satu sama lain, sehingga mengubah arah luka semula. Kedua flap difiksasi dengan sedikit jahitan sementara. Sudut jahitan digunakan untuk petunjuk flap. Tutup flap dengan menggunakan jahitan interuptus.

7. Antibiotik topikal dengan bebat tekan di atas luka dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan bentuk hematoma yang disebabkan oleh undermining.

8. Luka diobservasi selama 1-2 hari, apabila tidak ada masalah dengan luka tersebut, biasanya jahitan akan dilepaskan pada hari 7-14 pasca operasi.

Untuk luka yang lebih panjang diperlukan beberapa Z-plasty yang akan digunakan dalam memperbaiki luka. Multiple Z-plasty ini memiliki beberapa variasi yaitu tipe compound dan tipe seri, kedua variasi ini selalu digunakan untuk menutup luka yang berbentuk oval, yang biasanya disebabkan oleh karena eksisi luka yang lebar. Tetapi tipe compound lebih memberi keuntungan karena hanya memerlukan sedikit insisi saja.

Tipe compound Z-plasty dibentuk oleh dua flap yang terpisah, masing-masing membentuk sudut 45⁰. Tipe serial Z-plasty dibentuk dengan melakukan insisi pada batas garis luka. Tipe ini akan meminimalkan terjadinya kerusakan jaringan, terutama pada daerah mata dan komisura oral. (6)
Panjang luka baru yang dibentuk dari teknik Z-plasty ini tidak hanya tergantung dari karakter dan elastisitas dari kulit tetapi juga tergantung dari besar sudut yang digunakan dalam teknik Z-plasty. Sudut klasik 60⁰ akan memanjangkan luka 75 %, sedangkan sudut 45⁰ dan 30⁰ akan memanjangkan luka menjadi 50 % dan 25 %. (1)









KOMPLIKASI
Komplikasi dari Z-plasty adalah :
1. Nekrosis (pengelupasan flap) yang disebabkan oleh karena tension luka yang tinggi dan efek trapdoor (elevasi jaringan sentral yang dihasilkan dari kontraksi skar sekitarnya).

2. Hematom

3. Infeksi
Kebanyakan komplikasi dapat dicegah dengan mencermati teknik operasi, jika besar kemungkinan akan terjadi komplikasi terhadap pasien, maka disarankan untuk menghentikan penggunaan antikoagulan sebelum dilaksanakan operasi, dan apabila akan terjadi hematom setelah operasi, maka aspirasi perlu dilakukan dengan jarum berukuran besar. Berikan instruksi pengobatan luka yang rutin pada pasien. Antibiotik profilaksis dapat dipertimbangkan. Efek trapdoor dapat dihindari dengan membebaskan jaringan di sekitar daerah flap (sufficient undermining).(1,9)

PROGNOSIS
Penyembuhan luka biasanya terjadi dalam waktu satu minggu dan apabila luka disertai udem,akan hilang dalam waktu 4-6 bulan. Pada Z-plasty akan terjadi pemanjangan luka dan terbentuknya dua luka tambahan. Hal ini merupakan konsekuensi dari prosedur penatalaksanaan Z-plasty.(2,9)

DAFTAR PUSTAKA

1. Salam G.A. American Academy of Family Physician Journal : The Basic Z-Plasty.Available at http://www.aafp.org/afp/20030601/2329.html. Access on 10 May 2009
2. Scalafany A.P. Z-Plasty. Available at //www.emedicine.com/ent/topic652.htm. Acsess on 10 May 2009.
3. Sjamsulhidajat R, de Jong W. Dalam : Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta : EGC. 2000. Hal.313-317.
4. Norton J.A. Surgery Basic Science and Clinical Evidance, Springer : 2000. Hal.2000-2001.
5. Grabb & Smith’s. Plastic Surgery 6th edition, Charles H. Thome : 2007.
6. Kotler H.S. Scar Revision. Available at www.emediceau.net.au. Acces on 20 May 2009
7. Brunicardi F.C. Manual of Surgery. Edisi 8. Madrid : McGraw-Hill 2006. Hal.1171-1173
8. Bouladaas M. The Interst of Z-Plasty in The Treatment of Cerco-Facial Burns Sequele. Annals of Burns and Fire Disasters Vol. XVII-n3. Maroko. September 2004.Available at www.google.com. Accsess on 20 May 2009.
9. Sheriss D.A. Essential Surgical Skills. Edisi 2. USA : Saunders 2004. Hal.185.
10. Anoname, Local Flaps. Availablenat http://www.eatonhand.com/flp/webflaps.htm. Acces on 20 May 2009.
11. Keith MacLellan, MD. The Occasional Z-Plasty. Society of Rural Physician. Cananda. 1998. Available at www.google.com. Access on 20 May 2009.
12. Groover K.A. Z-Plasty : Versatile Tool. Available at www.emedineau.net.au. Acsess on 10 May 2009.
13. Salam G.A and Amin J.P. The Basic Z-Plasty Office Procedures Cosmetic Scar Treatment. Available at http://drplace.com. Acsess on 10 May 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar